Senior dan Pimpinan Mahkamah PPP Ingin JK Hadiri Muktamar Islah

Senior dan Pimpinan Mahkamah PPP Ingin JK Hadiri Muktamar Islah

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 26 Jan 2016 22:05 WIB
Senior dan Pimpinan Mahkamah PPP Ingin JK Hadiri Muktamar Islah
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Sejumlah senior dan pimpinan Mahkamah PPP bersilaturahim ke kediaman Wapres Jusuf Kalla (JK). Mereka mengungkapkan agar JK berkenan hadir dalam Muktamar Islah.

"Pertama kami senior partai, pimpinan Mahkamah, kami ke tempat Wapres, kami meminta kesediaan beliau jika Muktamar Islah diselenggarakan, maka pembukaan oleh Wapres, penutupan dari Wapres. Itu harapan kami pertemuan dengan Wapres yang Insya Allah akan membuka Muktamar Islah ini," ujar mantan Mensos, Bachtiar Chamsyah di Jl P Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2016).

Ia hadir ke rumah dinas Wapres JK bersama Ketua Majelis Pertimbangan PPP Zarkasih Nur, Ketua Majelis Pakar Anwar Sanusi, Sekretaris Majelis Pertimbangan Lukman Hakim Hasibuan dan Wakil Ketua Mahkamah Partai Mukhtar Azis. Beberapa anggota partai juga hadir, diantaranya Aisyah Amini, Mahfudloh Aly Ubaid, Zain Badjeber, Arman Remy, Ramli Nurhapy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bachtiar, Muktamar Islah merupakan solusi terbaik menyelesaikan konflik PPP. Sebagai senior, mereka merasa prihatin dengan konflik PPP yang tak berujung.

"Ada deklarator PPP. Melihat hari ini prihatin. Kalau ini terus menerus dilanjutkan maka PPP akan semakin hancur. Selagi kami masih hidup kami ingin PPP besar," ujarnya.

Hal senada diungkapkan senior partai PPP yang lain. Mereka ingin di sisa hidupnya PPP kembali utuh dan menganut amar maaruf nahi mungkar yaitu mengajak kebenaran dan menolak kemungkaran.

"Kami ingin bersatu, kami sudah senior tidak ingin berkuasa. Tujuannya kami partai ini utuh kembali yg dihargai masyarakat. Banyak masyarakat yang meminta kami supaya berusaha, tidak ada perpecahan di masyarakat. Sayang kita kalau pecah-pecah," tutur Aisyah Amini.

"Golkar aja enggak pakai Kakbah (lambang PPP) bisa disatukan, apalagi ini ada Kakbah, dikelilingi masa tidak bersatu," sambung Bachtiar.

(dnu/dnu)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini