2 Terduga Teroris yang Ditangkap di Luwu Diterbangkan ke Jakarta

2 Terduga Teroris yang Ditangkap di Luwu Diterbangkan ke Jakarta

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Selasa, 26 Jan 2016 18:45 WIB
2 Terduga Teroris yang Ditangkap di Luwu Diterbangkan ke Jakarta
Candra (berkacamata hitam dan bertopi) Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom
Makassar - Dua terduga teroris yang semalam ditangkap anggota Densus 88 dan Polres Luwu di Belopa, Luwu, Senin (25/1) kemarin, diberangkatkan ke Jakarta, dengan pesawat Lion Air JT 875, pada pukul 19.20 Wita, Selasa (26/1/2016).

Kedua terduga teroris ini yakni Awi dan Chandra, dibawa dari Luwu ke Makassar melalui jalur darat, menggunakan dua mobil, oleh Anggota Densus 88, yang ikut didampingi oleh Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan.

Awi alias Yayan Joko Wahyudi adalah DPO kasus pembantaian dua anggota Polri, Briptu Andi Sada dan Brigpol Sudirman, yang ditemukan di pegunungan Tamanjeka, Poso, Sulawesi Tengah pada 16 Oktober 2012 lalu. Sedangkan Candra merupakan warga Luwu yang menyembunyikan dan memfasilitasi penginapan pada Awi. Dari lokasi penangkapan di rumah Candra, jalan Latimojong, Kec. Belopa, Luwu, petugas menyita senjata tajam berupa badik dan celurit, bendera salah satu ormas, seragam loreng, seragam sekuriti dan buku-buku berisi paham radikalisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awi (berkacamata hitam)

Saat tiba di bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, keduanya dipakaikan topi dan kacamata hitam dalam keadaan terborgol dan dipegang erat oleh anggota Densus 88, melalui pintu masuk khusus petugas di terminal keberangkatan bandara.

Menurut Kapolres Luwu Adex, keberadaan Awi di Belopa, Luwu, yang baru sepekan tersebut dapat diendus berkat informasi warga. Hal ini berkat pemberlakuan 'early alert' yang dilaksanakan Polres Luwu dan warganya, yakni siapa pun yang masuk dan tinggal di Luwu tanpa melapor ke pihak berwenang akan teridentifikasi oleh masyarakat.

"Setelah dapat info warga, kami selidiki dan cocokkan dengan target Densus 88, setelah dipastikan bahwa salah satunya DPO kasus pembunuhan dua polisi di Poso, segera dilakukan penangkapan, tersangka Awi mencoba melakukan perlawanan dengan tangan kosong tapi kami bisa meringkusnya," pungkas Kapolres yang pernah menemukan pesawat Aviastar yang jatuh di pegunungan Latimojong, Luwu, pada September 2015 lalu itu.

Sementara menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Frans Barung dalam keterangannya menyebutkan bahwa penangkapan dua terduga teroris dari Jaringan Santoso ini diduga dampak dari Operasi Tinombala yang digelar oleh TNI-Polri di Poso.

"Diduga mereka pelarian dari Poso, ekses dari Operasi Tinombala yang digelar di sana, maka dari itu kami perintahkan semua Polres, khususnya yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah melakukan penebalan-penebalan penjagaan untuk mencegah masuknya para anggota jaringan teroris yang dipimpin Santoso di Poso," tandas Frans. (mna/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads