Derita Bocah Anggoro, Ditinggal Ortu sejak Balita dan Bingung Berobat ke RS

Derita Bocah Anggoro, Ditinggal Ortu sejak Balita dan Bingung Berobat ke RS

Tri Ispranoto - detikNews
Selasa, 26 Jan 2016 14:49 WIB
Derita Bocah Anggoro, Ditinggal Ortu sejak Balita dan Bingung Berobat ke RS
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Purwakarta - Malang betul nasib Anggoro warga Kampung Kaum, Desa Campakasari, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Selain ditinggal orangtuanya sejak kecil, kini dia terkulai lemas di IGD RS Bayu Asih Purwakarta karena terserang demam berdarah.

Kisah Anggoro ini terungkap setelah orangtua asuhnya, Wari (68) meminta bantuan pada ketua RT setempat perihal sakit yang diderita bocah berusia 8 tahun itu yang tak kunjung sembuh. Sebagai pelayan masyarakat, ketua RT meminta bantuan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, untuk pengobatan anak tersebut.

Sebelumnya Wari sempat membawa sang anak ke rumah sakit swasta namun ditolak karena minimnya biaya ditambah layanan pengobatan gratis ditolak lantaran Anggoro tercatat bukan sebagai anak warga Purwakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah menghubungi Pak Bupati, langsung Anggoro bisa masuk ke IGD pada Minggu dinihari," ucap Wari saat ditemui di RS Bayu Asih, Selasa (26/1/2016).

Wari menuturkan, sejak lahir Anggoro tinggal berdua dengan ibunya yang bernama Sri Rahayu di sebuah kontrakan. Wari sehari-hari ditugasi mengasuh Anggoro dengan upah Rp 225 ribu per bulan karena ibunya bekerja sebagai buruh pabrik sejak tahun 2008.

Namun sejak tahun 2012 silam Sri Rahayu langsung meninggalkan Anggoro tanpa meninggalkan kabar mau pun materi. Sejak saat itu Wari mengurus Anggoro layaknya seorang anak kandung karena telah mengasuhnya sejak lahir. Β 

"Setahu saya ibunya dulu orang Madiun. Sejak tahun 2012 itu tidak ada lagi kabar," kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan itu.

Sementara itu Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan, Anggoro bisa dirawat di rumah sakit pemerintah melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat Purwakarta Istimewa yang telah bergulir sejak tahun 2012 sebelum adanya program BPJS dari pemerintah pusat.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjenguk Anggoro di RS (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)

Menurut dia, seluruh warga di Purwakarta bisa mendapatkan pelayanan gratis dan rawat inap kelas tiga di 11 rumah sakit di Kabupaten Purwakarta. Namun jika sifatnya mendadak dan kelas tiga penuh maka bisa dipindah ke kelas dua atau kelas satu melalui prosedur berbeda.

"Semua tagihan masyarakat kita bayarkan melalui dana masalah kerakyatan dalam bansos. Tahun 2015 kemarin kita habiskan sekitar Rp 50 miliar untuk pengobatan itu," jelas Dedi saat menjenguk Anggoro.

Saat ini Anggoro masih dirawat di ruang IGD RS Bayu Asih karena terkena demam berdarah. Sejak awal dijenguk oleh Bupati Dedi pada Selasa pagi, Anggoro terlihat tertidur. Meski sempat terbangun namun dia masih terlihat lemas.

"Sekarang sudah mendingan dari sebelum dibawa ke sini. Suhu tubuhnya juga mulai normal," ucap salah seorang perawat di ruang Anggoro. (trw/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads