Isu:
Beredar informasi pesan berantai yang mengatasnamakan BMKG tentang dampak dinamo siklon tropis Samudera Hindia di Indonesia. Selama 3 hari ke depan sejak tanggal 25 Januari 2016, daerah Kalimantan, Sulawesi, Papua, Bali, Jawa, dan Sumatera sisi barat dan selatan akan mendapat hujan yang cukup lebat.
Terjadi hujan angin dan petir yang signifikan pada beberapa daerah. Petugas SAR, lembaga kedaruratan masyarakat, BPBD diminta waspada dan siap tugas. Ujungpandang akan hujan sangat lebat, untuk Sumatera Selatan, Tanjungkarang, seluruh Jawa, hingga Papua hujan dengan intensitas sedang atau deras tapi sangat lokal pada siang dan sore hari.
Disebutkan pula bahwa akan terjadi angin puting beliung sebagai dampak 'dinamo' dari badai siklon tropis. Masyarakat diimbau jangan parkir di bawah pohon dan bila melihat daun hijau berjatuhan harus hati-hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus S. Swarinoto membantah informasi dari pesan berantai tersebut. Menurutnya info itu bukan bersumber dari BMKG dan sebagian tidak sesuai dengan kondisi faktual dan dapat membingungkan masyarakat.
Yunus mengatakan pada tanggal 25 Januari 2016 terjadi pertumbuhan siklon tropis Corentin di Samudera Hindia. Titik pertumbuhan siklon tersebut yakni pada 75.9 BT 27.2 LS (Barat-Barat Daya Australia) bergerak ke arah selatan dan menjauhi wilayah Indonesia. Memperhatikan posisi siklon tersebut yang cukup jauh, siklon tersebut tidak memberi berdampak signifikan pada cuaca di Indonesia pada saat ini.
BMKG juga menyatakan adanya peningkatan aktivitas Monsoon dingin Asia yang berpotensi menguat dalam beberapa hari ke depan. Terjadi pula fase basah pada osilasi barat-timur (Osilasi Madden Julian) yang akan masuk wilayah maritim kontinen (Indonesia).
Kesimpulan:
Dampak badai siklon tropis di Samudera Hindia sampai ke Indonesia adalah tidak benar atau hoax.
(slm/nrl)











































