Daging Sapi Mahal, Pedagang Pasar Jumaah Purwakarta Libur Jualan

Daging Sapi Mahal, Pedagang Pasar Jumaah Purwakarta Libur Jualan

Tri Ispranoto - detikNews
Selasa, 26 Jan 2016 10:32 WIB
Daging Sapi Mahal, Pedagang Pasar Jumaah Purwakarta Libur Jualan
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berkunjung ke Pasar Jumaah pagi ini (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Purwakarta - Mahalnya harga daging sapi di pasar membuat sejumlah pedagang meliburkan diri demi menghindari kerugian. Seperti halnya yang dilakukan pedagang di Pasar Jumaah (Jumat), Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Purwakarta.

Salah seorang pedagang daging sapi, Eneng Komariah, mengaku telah libur berjualan sejak semingug lalu. Dia enggan berjualan lantaran takut merugi karena harga daging yang melambung hingga Rp 120 ribu.

"Barang (daging) mah ada, hanya mahal. Bingung saya mau jualnya. Ya, memang ada yang nanya mah," ucapnya, Selasa (26/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eneng mengatakan, sejak awal tahun 2016 lalu harga daging terus mengalami peningkatan harga mulari dari Rp 95 ribu hinga kini mencapai harga tertinggi Rp 120 ribu. "Harga normalnya Rp 90 ribu. Kalau sekarang dari bandar saja udah Rp 115 ribu," ungkapnya.

Meski demikian Eneng kini masih mempertahankan dagangannya yang lain, yakni berjualan ayam boiler dan ayam kampung walau pun harga ikut naik. Ayam boiler yang semula Rp 30 ribu naik mencapai Rp 38 ribu perkilogram. Sementara ayam kampung dari Rp 28ribu perekor menjadi Rp 30ribu perekor.

Foto: Tri Ispranoto/detikcom

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, yang melakukan sidak ke Pasar Jumaah menduga kenaikan harga yang menyebabkan kelangkaan daging sapi lantaran adanya penerapan pajak potong hewan sebesar 10%.

"Kalau pun itu (pajak) ditiadakan sekarang, tapi harga saya rasa akan seperti ini (mahal) selama beberapa hari ke depan. Karena imej masyarakat dan pedagang masih terbentuk daging mahal karena ada pajak," katanya.

Dedi meyakini dalam waktu dekat harga daging akan kembali normal setelah stok pasca penerapan pajak tersebut dihapuskan. "Sementara ini kebutuhan protein bisa diganti ayam atau ikan dulu," tukas Dedi. (trw/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads