Perempuan yang berasal dari Lampung dan baru 3 bulan kerja sebagai PRT ini menceritakan kejadian itu kepada detikcom saat diajak majikannya, Dhedy Gunawan, melapor ke Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (25/1/2016).
Bagaimana ceritanya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Lili keluar, dia bertemu dengan orang yang mempunyai ciri-ciri tinggi badan sekitar 170 centimeter, rambut sedikit gondrong, dan berkacamata. Dalam perkenalan orang itu mengaku bernama Erwin.
Erwin mengaku disuruh istri majikannya untuk menservis tv. Lalu, dia tanya apakah majikan ada di rumah.
"Nggak ada," jawab Lili.
Lili menjelaskan majikannya pulang malam, sedang istrinya pulang sore.Β Kemudian pria yang mengaku bernama Erwin tersebut menelepon seseorang yang dipanggilnya 'Ci'. Saat itu Erwin berbicara menggunakan ponsel ketika masih berada di dalam mobil. "Iya Ci, ini Erwin yang nyervis TV sama komputer. Nanti sore Enci datang ke toko ya," kata Lili menirukan pelaku saat menelepon.
Di telepon, Erwin bertanya "TV tipis di mana?". Pada saat itu, Lili mulai percaya bahwa Erwin memang disuruh majikannya untuk memperbaiki TV.
Lalu Erwin tanya lagi, "Komputer di mana?" tanya Erwin.
"Ada di atas," jawab Lili.
Lalu, Lili mengantar pelaku ke kamar mengambil komputer iMac. Lili pun percaya karena Erwin saat itu terus berbicara melalui telepon dengan seseorang yang dia yakini sebagai majikannya.
Sehabis mengambil komputer iMac, pria itu mengambil TV yang ada di ruang tamu. "Dia tanya remote di mana?" imbuh Lili.
Seusai memasukkan semua barang ke dalam mobil, pelaku menitip pesan pada Lili. "Mbak jangan lupa ya kunci pintunya. Rumahnya jangan ditinggalin, takutnya dimasuki orang," kata Lili menirukan.
Lili tak merasa curiga sama sekali. Lili baru merasa dia ditipu sekitar satu jam kemudian.
Ketika Dhedy pulang ke rumah, Lili mengatakan ada yang mengambil TV dan iMac. Padahal Dhedy tidak pernah meminta orang untuk mengambil dua perangkat tersebut.
"Waduh kamu ketipu," tutur Lili menirukan suara majikannya yang panik. Untunglah aksi bandit di siang bolong itu terekam CCTV. Wajahnya tampak jelas, gerak-geriknya juga percaya diri. Rekaman CCTV itu diharapkan membuat polisi mudah membekuk kawanan penjahat itu.
(faj/faj)











































