"Ketum yang baik itu yang bisa mengerti dan membaca masalah politik," kata Ical di arena Rapimnas, JCC, Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2016).
Selain itu, tentu saja ketum harus mendapat 'restu' dari pemegang suara. "Kedua, diterima seluruh pemegang hak suara," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal kriteria ini pula, Ketua DPP Golkar hasil Munas Bali, Firman Soebagyo menyebut ada pula kriteria berupa kemampuan finansial. Itu karena, saat ini bantuan keuangan parpol masih dibatasi.
"Harus punya kemampuan finansial juga," ujar Firman terpisah.
Dari nama-nama yang beredar, Firman menilai semuanya mampu. Namun, memang belum ada yang benar-benar berani mendeklarasikan diri.
"Masih malu malu mereka," ucapnya.
(imk/erd)











































