Empat Pramugari Garuda Diperiksa Polisi dalam Kasus Munir

Empat Pramugari Garuda Diperiksa Polisi dalam Kasus Munir

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2005 15:47 WIB
Jakarta - Polri memiliki agenda yang padat terkait pemeriksaan dalam kasus kematian pejuang HAM Munir. Selasa (8/3/2005) misalnya, Polri memeriksa empat pramugari pesawat Garuda GA 974 yang saat itu ditumpangi Munir.Hal ini disampaikan penyidik utama unit III Bareskrim Polri Kombes Pol Anton Charlian kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2005). Empat pramugari itu diperiksa di gedung Bareskrim Polri. Namun, tidak diketahui sejak kapan empat pramugari itu mulai diperiksa. "Yang jelas, sampai sekarang pemeriksaan masih berlangsung," kata Anton.Anton tidak mau membeberkan identitas para pramugari Garuda yang diperiksa itu. Namun, menurut sumber detikcom, satu dari empat pramugari itu bernama Brahmani. Sebelumnya, dia disebut-sebut pramugari yang sempat melakukan kontak langsung dengan Munir di dalam pesawat, sebelum Munir meninggal dunia. Menurut Anton, salah satu pramugari yang diperiksa itu sempat bertanya kepada penumpang siapa saja yang memakan mie di dalam pesawat. Sang pramugari itu menanyakan itu tidak lama setelah Munir meninggal. "Pramugari itu sudah menduga bahwa Munir mati tidak wajar. Makanya, dia menduga-duga dari mana racun itu masuk. Mungkin lewat mie. Saat itu, Munir sempat makan mie goreng, daging, buah, dan oranges dalam penerbangan Jakarta-Singapura," kata Anton. Lebih lanjut, Anton menceritakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, salah seorang penumpang yang duduk di belakang Munir berinisial AS, seorang mahasiswa yang tengah belajar di Jerman, mengacungkan tangannya merespons pertanyaan pramugari. "Pramugari sempat menyatakan, kok kamu tidak apa-apa kalau makan mie," kisah Anton. Menurut Anton, asal racun yang masuk ke tubuh Munir inilah yang sampai sekarang belum pasti. "Sehingga kalau ada kepastian racun itu masuk melalui makanan apa, saya tidak ragu-ragu lagi untuk menahan yang menyajikan makanan itu," tegasnya. Anton juga menjelaskan, dari keterangan sejumlah saksi, saat perjalanan Jakarta-Singapura, tidak ada orang yang terlihat mendekati Munir di dalam pesawat. Saat itu, Munir hanya tampak membaca saja. Selain memeriksa pramugari, kata Anton, polisi juga akan memeriksa tiga saksi ahli dari Departemen Perhubungan bagian udara pada Rabu (9/5/2005) besok. "Surat pemeriksaan sudah dilayangkan. Tapi, saya tidak tahu siapa saja saksi yang akan diperiksa, karena tiga saksi ahli itu sesuai rujukan Dephub," ungkapnya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads