Kapolri Beberkan Penggerebekan Narkoba di Kampung Berlan di Depan Komisi III DPR

Hardani Triyoga - detikNews
Senin, 25 Jan 2016 11:44 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kapolri Jendral Badrodin Haiti menggelar rapat kerja dengan Komisi III DPR untuk membahas masalah-masalah aktual seperti penanganan terorisme sampai pemberantasan narkoba. Saat penanganan narkoba, Jenderal Badrodin mempresentasikan terkait penggerebekan di Jalan Selamat Riyadi sampai di Jalan Bugis Tanjung Priok.

"Di Kampung Berlan, 18 Januari 2016, saat anggota Polsek Senen menggerebek narkoba di Jalan Selamat Riyadi IV, Kebon Manggis, saat melakukan, tiba-tiba 20 orang menyerang polisi. Atas kejadian tersebut Bripka Taufik Hidayat dan seorang informan meninggal," ujar Badrodin di ruang kerja Komisi III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Pihak kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya serta satuan tugas gabungan Polres Jakarta Pusat dan Polres Jakarta Timur, terus mengejar pelaku penyerangan. Ada dua pelaku yaitu Ade Badak serta Rico Patikasih yang terpaksa ditembak mati karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Seperti Rico Patikasih tertembak di Johar Baru, pada Jumat (22/1) karena melakukan perlawanan.

"Ade Badak, Rico Patikasih terpaksa ditembak karena melakukan upaya perlawanan terhadap petugas," tutur Jenderal bintang empat itu.

Kemudian, terkait penggerebekan narkoba di Jalan Bugis, Tanjung Priok, Jakarta Utara (19/1/2016). Saat itu, pelaku yaitu Faisal Rahman melakukan upaya penyerangan dengan menembak petugas. Setelah penggerebekan ditemukan antaranya ada senjata granat nanas,  sampai senjata pelontar.

"Tanggal 19 Januari, di Jalan Bugis, Jakarta Utara, pelaku Faisal Rahman melakukan penembakan saat dikepung, ada petugas Iptu Suptiyatin yang tertembak di sebelah tangan kanan," sebutnya.

Badrodin juga menyinggung aksi penyerangan terhadap petugas ketika melakukan penggerebekan narkoba di daerah. Salah satunya di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Senin (18/1). Saat kejadian, beberapa warga sekitar justru melakukan penyerangan dan membahayakan petugas.

"Penyerangan di Deli Serdang pada 18 Januari 2016, di Desa Pacut Sipuan, Deli serdang, warga sekitar melakukan penyerangan," tuturnya.

Tak ketinggalan, Kapolri juga menyinggung kasus Sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin (27). Ditegaskan Badrodin saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak Polda Metro Jaya.

"Dalam kasus ini selanjutnya diperiksa 13 orang saksi, berdasarkan hasil laboratorium forensik, terbukti sianida yang ada pada kopi, penyelidikan masih dalam proses," ujarnya. (dra/dra)