Krisis Ambalat
Permadi: Kerahkan Kekuatan Militer
Selasa, 08 Mar 2005 15:29 WIB
Jakarta - Anggota Komisi I dari FPDIP Permadi SH mendesak pemerintah Indonesia agar bertindak lebih tegas terhadap pelanggar wilayah perbatasan di Ambalat. Desakan ini disampaikan karena langkah pemerintah yang cenderung melunak. "Solusi terbaik yang harus dilakukan pemerintah Indoesia adalah dengan tidak melakukan jalur diplomasi. Seharusnya pemerintah mengerahkan kekuatan militer", desak Permadi bersemangat ketika mendatangi kantor kedubes Malaysia bersama 5 anggota Komisi I DPR RI di Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2005). Politisi PDIP ini memaparkan kedatangannya ke kedubes Malaysia bukan untuk menuntut pemerintah Malaysia melainkan ditujukan kepada pemerintah Indonesia. Karena pemerintah Indonesia kurang tegas menghadapi persoalan perbatasan di Ambalat."Tuntutannya ada pada pemerintah Indonesia. Sehingga kalau ada seseorang yang masuk ke wilayah Indonesia dan melanggar tanpa ijin maka harus ditembak, jadi disini Panglima TNI harus tegas" berangnya. Permadi mendesak pemerintah Indonesia seharusnya memiliki Panglima TNI yang tegas dan tidak main-main dalam hal kedaulatan Indonesia. "Pokoknya panglima harus tegas, seperti Ryamizard Ryacudu", belanya.Keraguan menggunakan jalur diplomasi patut dijadikan pelajaran. Terkait kegagalan Indonesia mendapatkan kedaulatan di Sipadan dan Ligitan. "Kalau kita memakai jalur diplomasi maka akan selalu merugikan Indonesia, seperti Sipadan-Ligitan yang akhirnya dimiliki oleh Malaysia", umpat Permadi yang memakai baju hitam-hitam dengan bordiran merah putih di pundak kanannya.Para anggota dewan lainnya adalah Effendi Choirie dan Haryo Wijamarko dari FPKB, Cyprianus Aoer dari FPDIP, Soeripto dari FPKS dan Boy Saul dari FPD.
(ism/)











































