"Terhadap dua pelaku pengeroyokan, terpaksa kami lumpuhkan karena mengancam nyawa petugas dan masyarakat. Itu namanya ancaman seketika. Ketika kami tidak melumpuhkan, tentu dia akan mematikan petugas kami dan masyarakat," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal.
Hal itu disampaikan Iqbal usai diskusi di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (24/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, R (Rico) yang ada di rumahnya di Johar Baru, juga melakukan balasan tembakan tidak berhenti-berhenti.
"Sudah disomasi sama Kapolres Jakpus sampai tiga kali tetap tidak menyerahkan diri bahkan dibalas dengan tembakan, kami lumpuhkan akhirnya. Dari mana pistol? Kita sudah buktikan, ternyata itu milik anggota kami yang hadir di Berlan dan dikeroyok. Artinya betul, saintifik ilmiah ya dia adalah pelakunya," tegas Iqbal.
Adek Badak ikut serta mengeroyok Bripka Taufik di Jl Slamet Riyadi, Matraman, Jaktim. Polisi kemudian menggencarkan pencarian pada Ade Badak. Ade Badak ditemukan di Manggarai Jaksel. Ade Badak tewas pada penyergapan Kamis (21/1) malam.
Sedangkan Rico tewas di tangan polisi setelah baku tembak selama hampir satu jam sejak pukul 16.30 WIB pada Jumat (22/1) lalu. Rico yang hendak ditangkap di kediamannya, langsung menembaki polisi dengan pistol diduga milik anggota polisi yang dikeroyok saat menggerebek narkoba.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Eko Daniyanto mengatakan Rico bergabung dengan jaringan Mami Yola sejak lama. Tak hanya Mami Yola, Rico juga bagian jaringan Ade Badak. Rico diketahui menikam Iptu Hariyadi Prabowo dengan belati. Iptu Prabowo saat itu mengalami luka berat karena luka bacokan dan tusukan. Selain ditusuk Rico, Iptu Prabowo dibacok Ade Badak.
Menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Rico menguasai peredaran narkoba di Berlan dan Tanah Tinggi. Badrodin mengatakan Rico bukan orang sembarangan dalam dunia hitam narkoba. Menurutnya, Rico salah satu penjahat kelas kakap.
"Dia termasuk pimpinan sindikat," ucapnya.
Halaman 2 dari 1











































