"Saya menyambut baik pernyataan ARB dalam pidato politiknya kemarin malam. Apa pun dan bagaimana pun perubahan sikap tersebut patut disambut dengan baik. Ini berarti pandangan kedua belah pihak sekarang sudah sama yaitu segera munas untuk menyatukan Golkar," kata Waketum Golkar hasil Munas Ancol, Priyo Budi Santoso, kepada detikcom, Minggu (24/1/2016).
Priyo berharap munas diselenggarakan secara bersama-sama oleh kedua pihak yang berseteru sehingga Golkar tak terpecah belah lagi pasca munas.
"Pihak Ancol sudah duluan putuskan munas pada rapimnas Desember lalu. Selanjutnya setelah ini bola ada di tangan Tim Transisi yang diketuai Pak JK untuk segera menyiapkan penyelenggaraan munas yang diikuti kedua belah pihak secara equal, adil dan terbuka," katanya.
"Silakan saja mau pakai Munas Riau atau apa, tapi komando harusnya tetap ada di Tim Transisi dan melibatkan kedua belah pihak. Namun yang perlu diingat, kepesertaan ya harus melibatkan kedua belah pihak, sebagai jalan tengah yang adil. Jangan ada yang ditinggalkan. Inilah momentum yang tepat untuk mengakhiri dualisme pengurus," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan Ical mewacanakan Munaslub Golkar di arena Rapimnas yang sedang digelarnya di JCC sebagai upaya mengakhiri perpecahan Golkar. Ical bahkan bicara soal waktu munaslub yang diperkirakan sebelum lebaran tahun ini. (van/nrl)











































