Ratusan Eks Gafatar di Bambu Apus Diberi Wawasan Kebangsaan dan Agama

Aditya Mardiastuti, - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2016 16:28 WIB
Foto: Aditya Mardiastuti
Jakarta - Ratusan pengungsi eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) telah tiba di Jakarta. Mereka ditampung di beberapa panti sosial milik Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Pemprov DKI di daerah Cipayung, Jakarta Timur.

"Mereka tiba di sini pagi tadi sekitar pukul 7.15 WIB. Jumlah total ada 118 orang. Di antaranya 53 orang dewasa," ujar Kepala Dinas Sosial Pemprov DKI, Masrokhan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Bambu Apus, Jakarta Timur, Sabtu (23/1/2016).

Dari data sementara para pengungsi eks Gafatar yang ditampung di panti ini berasal dari Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Depok dan Bekasi. Saat ini mereka masih didata oleh pekerja sosial dan diberikan layanan kesehatan.

"Untuk di panti ini direncanakan 3-5 hari. Kegiatan pagi tadi kita berikan kebutuhan mereka dan untuk anak-anak. Kita juga berikan sarapan, makan siang, cek kesehatan dari sekian tadi ada yang anemia minta obat ke Puskesmas," papar Masrokhan.

Menurutnya para pengungsi ini juga diberikan trauma healing. Dibantu oleh psikolog dari Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta.

"Anak-anak perlu bermain menghilangkan rasa penat, kemarin barangkali ada pemindahan tempat tinggal yang di barak sudah pada ceria. Dewasa juga kita beri trauma healing," kata Masrokhan.

Nantinya para pengungsi eks Gafatar ini akan diberikan ceramah kebangsaan, NKRI dan agama dari MUI. Sebelum para pengungsi ini mendapat ceramah kebangsaan, Masrokhan melarang awak media untuk mewawancarai pengungsi ini terkait keikutsertaan mereka di organisasi Gafatar. Meski begitu, Masrokhan menjelaskan tidak ada perbedaan perlakuan kepada para pengungsi ini, baik anggota Gafatar atau bukan ia tetap memberikan pelayanan.

"Lain-lain anggota atau bukan kita perlakukan sama. Kami hanya menampung transit karantina, membantu bagaimana evakuasi ini kami berikan pelayanan yang layak di samping dari Kemensos kita berikan ceramah kebangsaan dari MUI," tuturnya.

(fjp/fjp)