Demonstran Yogya: BBM Lebih Penting Ketimbang Ambalat

Demonstran Yogya: BBM Lebih Penting Ketimbang Ambalat

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2005 13:46 WIB
Yogyakarta - Puluhan mahasiswa Yogyakarta dari berbagai elemen hari ini Selasa (8/3/2005) menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM. Mereka juga meminta warga Yogyakarta tidak terpengaruh isu dan terprovokasi kasus Ambalat antara Indonesia dengan Malaysia, sehingga kasus kenaikan BBM jadi hilang.Seruan tersebut disampaikan salah seorang peserta aksi, Mamad, yang jga anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yogyakarta. Mamad dkk menggelar orasi di depan kantor Pertamina Unit Pemasaran IV di Jl Mangkubumi Yogyakarta, Selasa (8/3/2005)."Kami menyatakan tetap menolak kenaikan BBM yang dilakukan pemerintahan SBY. Kami juga meminta agar warga Yogyakarta dan mahasiswa agar tidak terpengaruh kasus Ambalat," katanya.Mamad menegaskan, sengketa Blok Ambalat antara Indonesia dengan Malaysia jangan sampai digunakan untuk menggeser isu BBM. Mahasiswa dan rakyat harus terus menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM. "Masalah BBM jauh lebih penting daripada kasus Ambalat, karena BBM menyangkut jutaan rakyat miskin di Indonesia," tandasnya.Aksi gabungan dari PMII Universitas Gadjah Mada (UGM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan STIEBBANK itu diawali dari Bunderan kampus UGM di Bulaksumur Yogyakarta. Selain membawa berbagai poster berisi menolak kenaikan BBM, mereka juga meminta agar pemerintah SBY mereshuffle kabinetnya terutama menteri-menteri ekonominya dan menyita aset para koruptor.Dari kampus UGM, mereka melakukan longmarch menuju gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro dan berakhir di depan Istana Negara Gedung Agung di Jl Ahmad Yani. Saat longmarch, sekitar 10 buah sepeda motor milik mahasiswa ikut dituntun dan dimatikan mesinnya bersama barisan peserta aksi.Bersamaan dengan aksi itu, puluhan aktivis Koalisi Perempuan dan Rakyat untuk Perubahan (KPRP) memperingati hari perempuan internasional juga menggelar aksi demo menolak kenaikan dan menuntut penurunan harga BBM.Dian Novita salah seorang peserta aksi dari KPRP dalam orasinya menyatakanyang paling menderita akibat kenaikan harga BBM saat ini adalah rakyatterutama kaum perempuan, yaitu ibu-ibu rumah tangga. Pencabutan subsidi BBM mengakibatkan rakyat semakin terpuruk tingkat kesejahteraannya, hargakebutuhan pokok terus naik setiap hari."Kenaikan BBM juga membuat kaum perempuan kelas bawah semakin terjerumusdalam kemiskinan," katanya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads