Di kota tersebut, salju diperkirakan akan mencapai setinggi 50-75 cm. Warga pun sudah bersiap-siap menghadapi badai salju yang tergolong jarang terjadi ini.
Sehari sebelumnya, yaitu Kamis (21/1/2016), warga memborong bahan-bahan makanan untuk persediaan. Mereka khawatir salju yang turun berlarut-larut akan melumpuhkan kota dan memaksa mereka tinggal di rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Shohib Masykur/detikcom |
Bahkan pada hari Sabtu-Minggu transportasi umum akan diberhentikan secara total. Demikian pula dengan fasilitas umum seperti museum dan kebun binatang. Ribuan jadwal penerbangan juga dibatalkan.
Pantauan detikcom, salju mulai turun pada hari Jumat pukul 13.00. Meski intensitasnya masih rendah dengan butiran salju yang masih kecil, namun hujan salju tersebut sudah cukup untuk mengaburkan pandangan mata.
Jalanan pun mulai dipenuhi dengan gumpalan salju yang membuatnya licin. Semakin sore intensitasnya semakin tinggi, seiring dengan makin meningginya tumpukan salju yang bertebaran di jalanan.
Jika hujan salju terus berlanjut hingga Minggu pagi, bukan tidak mungkin tumpukannya bisa mencapai hampir satu meter. Washington DC, kota yang menjadi pusat politik dunia ini, terancam lumpuh di akhir pekan.
Foto: Shohib Masykur/detikcom |












































Foto: Shohib Masykur/detikcom
Foto: Shohib Masykur/detikcom