Sekitar pukul 16.30 WIB, Angel yang tengah berjualan di warungnya mengaku dihampiri oleh 3 orang pria berbadan besar. Mereka menanyakan rumah Rico dan ketua RT setempat.
"Saya awalnya nggak tahu kalau mereka (3 orang yang menghampirinya) polisi. Jadi saya arahin ke rumah RT," kata Angel di Jl Narada, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (22/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahu-tahu ada tembakan dari dalam rumah. Polisi langsung kalang kabut," kata Angel.
Tak lama kemudian, polisi berseragam berdatangan ke lokasi. Terjadilah baku tembak yang menurut Angel berlangsung selama sekitar satu jam.
Foto: Suasana baku tembak (istimewa) |
Polisi sempat mengimbau agar Rico menyerahkan diri dan keluar dari rumah. Namun Rico tak mengindahkan imbauan tersebut sehingga polisi melancarkan serangan balasan.
Saat baku tembak berlangsung, polisi juga mengimbau warga di sekitar lokasi untuk keluar dari rumah mereka. Polisi lantas memasang garis polisi di sekitar rumah Rico hingga taman yang berada di area tersebut.
"Baku tembaknya lama. Sampai Rico meninggal mungkin," ujarnya.
Rico ditemukan sudah tewas. Kemudian sekitar pukul 20.30 WIB jasadnya dibawa menggunakan ambulans ke RS Polri.
(kff/miq)












































Foto: Suasana baku tembak (istimewa)