Pemerintah Thailand & AS Digugat Soal Bencana Tsunami
Selasa, 08 Mar 2005 12:51 WIB
Jakarta - Para pengacara Amerika Serikat dan Austria menuntut pemerintah Thailand dan badan peramal cuaca AS untuk menjawab tuduhan bahwa mereka gagal dalam tugasnya untuk mengingatkan warga yang terkena bencana tsunami, 26 Desember lalu.Gugatan itu telah diajukan ke distrik pengadilan New York atas nama para korban tsunami. Tuntutan itu diajukan oleh para pengacara ternama termasuk pengacara asal AS, Edward Fagan, yang dikenal secara internasional pada tahun 1990-an akan gugatannya terhadap bank-bank Swiss atas rekening-rekening era-Holocaust.Para pembela itu menuntut pertanggungjawaban atas tindakan mereka pada 26 Desember lalu. "Kami harapkan adanya hearing dalam 30 hari," ujar pengacara asal Austria, Gerhard Podovsovni kepada kantor berita Reuters, Selasa (8/3/2005)."Kami tidak mencari uang dengan gugatan ini. Kami ingin membantu orang-orang," tuturnya. "Kami menuntut untuk mendapatkan informasi," imbuh Podovsovni.Gugatan ini diajukan untuk mewakili sekitar 60 penggugat dari Austria, Jerman, Prancis, Belanda dan lainnya. Podovsovnik mengatakan bahwa mereka juga bertindak untuk mewakili sedikitnya 40 penggugat lainnya yang tidak disebutkan identitasnya.Dalam gugatan itu disebutkan bahwa pemerintah Thai dan badan AS, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang mengoperasikan Pusat Peringatan Tsunami di Hawaii, gagal mengeluarkan peringatan terkait bencana yang menewaskan ratusan ribu orang itu.
(ita/)











































