Tolak BBM dan Sutet,Seratus Murid SD Demo di Istana

Tolak BBM dan Sutet,Seratus Murid SD Demo di Istana

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2005 12:22 WIB
Jakarta - Sekitar 100 murid SD dari Bogor melakukan aksi demo di depan Istana Negara, Jl Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (8/3/2005). Aksi yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB ini menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyelesaikan ganti rugi karena wilayahnya melewati Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) serta menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).Dalam aksinya murid-murid yang berasal dari SDN Lame, Ciseeng, Tonjong 03, dan Ciwaringin ini selain melakukan orasi, yel-yel serta pembacaan puisi juga memplesetkan lagu anak-anak seperti naik-naik ke puncak gunung dan satu-satu aku sayang ibu. Semuanya itu menyatakan penolakannya akan kenaikan harga BBM yang membuat anak-anak yang tinggal di daerah SUTET menjadi semakin susah karena harga-harga buku dan spp menjadi mahal."saya sudah tahu bahwa beban orang tua saya sudah susah gara-gara tinggal di daerah sutet, demo ini untuk memberi tahu Bapak SBY bahwa kami sudah susah" tutur Hendri salah satu murid SDN Ciseeng yang tampak memelas.Rombongan aksi damai ini menggunakan 5 bus Kopaja jurusan Parung-Lebak Bulus serta Tangerang-Bogor. Tak kurang dari 50 orang aparat dari Polsek Gambir dan Polres Jakarta Pusat mengamankan jalannya aksi. Menurut Humas Aksi Solidaritas Anak-anak Korban SUTET Indonesia Mustar Bonafentura awalnya mereka hanya ingin memberikan surat kepada presiden namun ditolak oleh pihak istana dan aparat. Isi surat itu tentang ganti rugi bagi korban sutet dan penolakan kenaikan harga BBM."Aksi ini juga menagih janji Presiden Yudhoyono untuk menyelesaikan ganti rugi bagi korban SUTET serta melaksanakan pasal 12 UU No 15 tahun 1985 tentang Proses nilai ganti rugi" berangnya.Demo yang sedang berlangsung ini tidak menimbulkan kemacetan yang berarti. Dalam aksinya mereka membawa bunga mawar yang terbuat dari kertas dan spanduk yang bertuliskan "kita tidak bisa sekolah lagi karena BBM naik" juga poster "Kenaikan BBM menghancurkan masa depan kami". (ism/)



Berita Terkait