"Memang ada SNI, enggak apa-apa kita akan mediasikan itu. Nanti kita bantu akan mediasi untuk di-SNI-kan supaya hak paten dia bisa dilanjutkan," ujar Khofifah di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (22/1/2016).
Tawan di Bengkelnya (Putri Akmal) |
Tidak hanya itu, Khofifah juga melihat ada potensi dalam diri Tawan. Dia pun berharap Tawan bisa bekerjasama dengan mitra Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kemensos untuk mengembangkannya.
"Kalau itu bukan membina tapi kalau bisa disatukan dengan center Kemensos (Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa atau BBRSBD) di Solo, Makassar dan Palembang dia bisa kasih skill-nya di situ," pungkasnya.
BBRSBD merupakan pelayanan rehabilitasi bagi para disabilitas. Di sana, mereka diberikan anggota tubuh prostetik sesuai ukurannya agar dapat beraktivitas normal. (aws/mad)












































Tawan di Bengkelnya (Putri Akmal)