Di Semarang, Demonstran Paksa SPBU Jual BBM Harga Lama
Selasa, 08 Mar 2005 11:45 WIB
Semarang - Meski isu Ambalat mulai mendominasi, aksi penolakan kenaikan harga BBM masih tetap marak di Semarang. Hari ini dua kelompok aksi berunjuk rasa di tempat terpisah, diantaranya mereka memaksa SPBU untuk menjual BBM dengan harga lama.Aksi pertama dilakukan oleh Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Jawa Tengah. Sekitar 30 orang ibu-ibu dan anaknya memulai aksi di depan Masjid Baiturrohman di kawasan Simpang Lima lalu long march menuju kantor DPRD Jawa Tengah, Jl. Pahlawan sekitar pukul 10.15 WIB.Dalam aksinya, para demonstran membawa alat-alat memasak sebagai simbolisasi kesulitan hidup pasca kenaikan BBM. Dalam orasinya mereka meminta pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM, mengaudit korupsi di Pertamina dan menyita aset koruptor.Aksi serupa juga digelar puluhan orang yang menamakan diri Aliansi Rakyat Bersatu (ARB). Aksi ini mengambil tempat di BRI Pandanaran sekitar pukul 10.30 WIB, lalu mereka menuju Pasar Randusari untuk menyebarkan pernyataan sikap.Selanjutnya mereka juga akan menuju ke SPBU Pandanaran untuk memaksa petugas SPBU menjual BBM dengan harga lama. "Ini komitmen kami untuk menolak kenaikan BBM," kata Sunu Wiwid, Koordinator ARB kepada wartawan, Selasa (8/3/2005).Hingga saat ini kedua aksi masih berlangsung. Aksi ARB rencananya juga akan diakhiri di kawasan Simpang Lima, Semarang.
(fab/)











































