"Hari ini 375 orang. Kemungkinan besok KRI datang. Saya sudah koordinasi kepada Kadinsos Jabar, Jateng, Jatim dan Jogja untuk siapkan tempat transit minimal 3-5 hari," ujar Khofifah di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (22/1/2016).
Khofifah juga meminta saat tiba di daerah masing-masing nanti untuk tetap diberi pendampingan, terutama dalam hal agama agar tidak kembali melenceng.
"Saya sudah siapkan SOP tim assesment supaya ada trauma healing dan conseling. Mereka yang beragama Islam dibina oleh MUI setempat. Jangan sampai mereka terafiliasi komunitas yang menamakan Islam tidak ada salat dan tidak puasa," lanjutnya.
"Saya dapat info di sini mereka tidak salat. Mereka nanti diberi proses pencerahan," imbuh mantan Menteri PPA era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.
Berdasarkan informasi yang diterima Kemensos, jumlah eks Gafatar yang berkumpul di penampungan saat ini berjumlah 2.200 orang. Sementara ini, kata Khofifah, terdeteksi ada 8 titik sarang Gafatar di Kalimantan Barat. Di mana, 2 diantaranya berlokasi di Pontianak.
"Sampai update tadi malam 2.200 orang tapi tadi update informasinya lain. Ini di Kalbar ada 8 titik, 2 titik ada di Pontianak. Jadi 6 titik lainnya terus ter-update," pungkasnya.
Hingga Rabu (20/1), total ada 1.529 anggota Gafatar yang ditampung di dua lokasi kamp milik Kodam XII/Tanjungpura di Kalimantan Barat. Pada (21/1), jumlahnya pun meningkat dan akan terus bertambah.
"Hari ini jadi 1.859 jiwa dan di 2 titik penampungan yaitu di Bekangdam XII/Tpr dan di Kompi B Yonif 643/WNS di Kubu Raya," ungkap Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel Infantri Mukhlis saat dihubungi detikcom, Kamis (21/1) malam.
Penambahan pengungsi anggota Gafatar tersebut datang dari sejumlah daerah di sekitar Pontianak termasuk dari Mempawah dan Kubu Raya. (aws/aan)











































