Gunung Padang Bikin Peneliti dan Mahasiswa Jerman Penasaran

Gunung Padang Bikin Peneliti dan Mahasiswa Jerman Penasaran

Salmah Muslimah - detikNews
Jumat, 22 Jan 2016 10:17 WIB
Gunung Padang Bikin Peneliti dan Mahasiswa Jerman Penasaran
Foto: istimewa
Jakarta - Arkeolog UI yang juga anggota tim riset mandiri Ali Akbar terbang ke Berlin, Jerman. Di Berlin, Ali memberikan mempresentasikan tentang Gunung Padang.

"Kali ini saya diundang secara khusus untuk memberikan Kuliah Umum di Freie Universitat Berlin - Jerman pada tanggal 20 Januari 2016. Para peneliti, dosen, dan mahasiswa Departemen Arkeologi Fakultas Sejarah dan Budaya di universitas tersebut ingin mendengar dan berdiskusi langsung mengenai situs yang berukuran sangat besar tersebut," terang Ali, Jumat (22/1/2016).

Universitas ini tergolong bergengsi dan prestisius karena untuk kajian sejarah dan budaya menduduki ranking 15 besar di dunia. Ranking ini merupakan yang tertinggi di Jerman berdasarkan hasil pemeringkatan QS World University Rankings.

"Ternyata kuliah umum tersebut dihadiri beberapa profesor dari beberapa bidang ilmu. Para ahli yang hadir terutama adalah ahli kronologi atau pertanggalan absolut (absolute dating) yang bekerja di beberapa laboratorium di Jerman. Selain itu beberapa wartawan juga tampak hadir," jelas dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali mengungkapkan, pada kesempatan tersebut dia memaparkan hasil penelitian terutama hasil Tim Terpadu Riset Mandiri. Secara umum terdapat 2 Lapisan Budaya di Situs Gunung Padang. Lapisan Budaya Pertama berukuran sekitar 30 hektar. Hasil riset ini telah disampaikan kepada  menteri dan sejak tahun 2014 telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional dengan luas 29,1 hektar.

Lapisan Budaya ini temuannya telah dianalisis di laboratorium dan berasal dari periode 500 Sebelum Masehi. Bentuk struktur batunya secara umum dapat disebut sebagai piramida tangga (stepped pyramid) yang bagian atasnya berupa bidang datar.

Lapisan Budaya Kedua belum diketahui secara pasti bentuknya. Lapisan ini terdapat di kedalaman sekitar 1-4 meter di bawah Lapisan Budaya Pertama. Hasil uji pertanggalan absolut di Laporatorium BATAN Jakarta dan BETA ANALYTIC  di Miami Amerika Serikat menunjukkan usia sekitar 5200 Sebelum Masehi. Usia ini tergolong sangat tua karena lebih tua dibandingkan piramida di Mesir yang berasal dari periode 2500 Sebelum Masehi.

"Megalitik (megalithic) berasal dari kata Mega yang artinya besar dan Lithic yang artinya batu. Bangunan megalitik ditemukan di berbagai daerah di Indonesia dan juga di beberapa negara. Namun tidak banyak yang berukuran sebesar Situs Gunung Padang. Untuk membedakannya, saya mengajukan terminologi atau istilah khusus untuk bangunan megalitik berukuran sangat besar, yaitu gigalitik (gigalithic)," tutup dia.

(dra/dra)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads