Buntut Perebutan Blok Ambalat
TNI AD Siap Dikirim ke Perbatasan
Selasa, 08 Mar 2005 11:21 WIB
Jakarta - TNI AD siap dan akan mempersiapkan diri untuk dikirim ke perbatasan guna menjaga keutuhan kedaulatan negara, dan tidak akan membiarkan satu jengkal tanah pun diambil oleh negara lain. "Itu merupakan harga mati," tegasnya.Hal itu disampaikan KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso kepada wartawan usai menjadi Irup Hut Kostrad ke-44 yang bertema Kostrad Siap Jaga Keutuhan NKRI di Markas Brigade Infanteri Linud 17 Kostrad, Cijantung, Jakarta, Selasa, (8/3/2005)."Dalam amanat saya, saya tegaskan bahwa TNI AD termasuk Kostrad siap diproyeksikan ke perbatasan," tegas Djoko.Sejauh ini, Djoko mengakui belum ada satuan dari angkatan darat yang dikirim ke perbatasan Sulawesi. Namun, angkatan darat akan mempersiapkan seluruh kekuatan yang ada. "Seluruhnya dipersiapkan, kita tinggal menunggu keputusan politik dari pemerintah," katanya.Saat ditanya mengenai analisa intelijen terhadap kasus perebutan Blok Ambalat oleh Malaysia, Djoko mengatakan, "Analisa kita cuma satu, kita harus siap mengatasi kemungkinan yang terjadi."Terkait dengan munculnya relawan ganyang Malaysia, Djoko menegaskan, hal itu urusan pemerintah . Namun , TNI AD menyambut baik adanya relawan tersebut. "Kalau ada kita sambut baik, karena pada dasarnya kekuatan kita terletak pada kemanunggalan TNI dan rakyat," ujarnya sambil menambahkan pihaknya tidak tahu mengenai pelatihan relawan tersebut.Saat ditanya mengenai hubungan militer antara RI dan Malaysia, Djoko mengaku ejauh ini tidak ada masalah. Ditegaskannya, sejauh ini sejumlah program di tahun 2005 yang dibuat bersama militer Malaysia, seperti latihan bersama, tidak mengalami perubahan apa pun dengan adanya kasus Ambalat.Sementara itu, dalam upacara Hut Kostrad, KSAD juga menyamaikan amanatnya bahwa dalam kondisi seperti ini, Kostrad sebagai satuan pemukul strategi harus benar-benar memberi rasa aman, pelindung dan melayani kepentingan rakyat serta mengamankan dan melindungi setiap jengkal tanah air dari bentuk ancaman."Saya ingin tegaskan bagi TNI AD masalah kedaulatan negara atau keutuhan NKRI merupakan harga mati. Tidak ada alasan kompromi bagi siapa pun yang ingin mencoba untuk mengganggunya," kata dia.
(umi/)











































