Cina: Agresi terhadap Taiwan Merupakan Pilihan Terakhir

Cina: Agresi terhadap Taiwan Merupakan Pilihan Terakhir

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2005 11:02 WIB
Jakarta - Pemerintah Cina akan menempuh jalan agresi untuk menghentikan upaya pemisahan Taiwan dari Cina, jika semua upaya damai untuk reunifikasi terbukti sia-sia. Demikian disampaikan anggota-anggota parlemen Cina.Beijing telah mengklaim kedaulatan atas Cina sejak keduanya terpisah pada akhir perang saudara tahun 1949 silam. Beijing bahkan mengancam akan menyerang pulau berpenduduk 23 juta jiwa itu jika sampai menyatakan kemerdekaannya secara resmi sebagai sebuah negara.Parlemen Cina saat ini mempertimbangkan sebuah undang-undang anti-pemisahan dalam sidang tahunan yang tengah berlangsung. Taiwan mengkhawatirkan UU tersebut akan memberikan landasan hukum bagi Cina untuk menyerang pulau tersebut."Penggunaan cara-cara non-damai untuk menghentikan pemisahan guna mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah kami akan menjadi pilihan terakhir kami, ketika semua upaya untuk reunifikasi damai terbukti sia-sia," ujar Wang Zhaoguo, wail ketua parlemen Cina di depan anggota dewan."Selama masih ada secercah harapan untuk reunifikasi damai, kami akan mengerahkan semampu kami untuk mewujudkannya dan bukannya menyerah," imbuhnya seperti dilansir Reuters, Selasa (8/3/2005).Parlemen diperkirakan akan mengesahkan UU tersebut pada 14 Maret mendatang. Presiden Taiwan Chen Shui-bian telah mengecam UU tersebut, yang menurutnya merupakan ancaman terbesar bagi stabilitas regional. (ita/)


Berita Terkait