Minim Pengalaman Peradilan, Capim KY Aidul Azhari Dicecar Komisi III

Minim Pengalaman Peradilan, Capim KY Aidul Azhari Dicecar Komisi III

Hardani Triyoga - detikNews
Kamis, 21 Jan 2016 16:13 WIB
Minim Pengalaman Peradilan, Capim KY Aidul Azhari Dicecar Komisi III
Jakarta - Calon pimpinan Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR. Saat proses fit and proper, Aidul yang berlatar belakang akademisi ditantang membuat terobosan dan bukan sekedar mencari pencitraan.

Hal ini diminta mengingat latar belakang Aidul dari akademisi dan tak pernah menangani kasus peradilan. Salah satu yang mengkritisi ini dari Fraksi PKB Baharudin Nasori.

"Kami berharap komisioner KY itu bukan mencari panggung pencitraan. Tapi, komisioner ini benar-benar menjaga martabat hakim. Anda yang belum pengalaman jadi hakim, belum pernah menangani peradilan, kasus bagaimana yang akan dilakukan," ujar Baharudin di ruang Komisi III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengingatkan peran KY sangat besar dalam menjaga pengawasan etika hakim. Harus diakui banyak hakim nakal dan peran ini tak mudah.
"Bagaimana laporan hakim yang nakal. Ini tugas berat. Menjaga pengawasan hakim. Karena KY itu menjaga martabat, bukan malah menjatuhkan martabat," tutur Baharudin.

Kemudian, pertanyaan dari fraksi PKS yang diwakili Sukamta. Dia mengatakan sebagian masyarakat masih pesimis bila perkara masuk ke pengadilan. Apalagi masyarakat kelas bawah. Hal ini menurutnya yang perlu diubah.

"Di trias politica, kekuasaan kehakiman ini kekuasaan yang merdeka. Tak bisa diintervensi. Tapi, citra umumnya, masyarakat itu takut dan pesimis kalau masuk ke pengadilan. Nah, KY ini punya peran luar biasa untuk membenahi situasi ini," ujar Sukamta yang menggantikan sementara Jazuli Juwaini.
Sukamta meminta rencana Aidul dalam satu periode ke depan untuk dipresentasikan.

"Apa yang menjadi modal saudara, bagaimana rencana-rencana sehingga Anda bisa ikut membenahi persoalan ini, kira-kira apa yang Anda bayangkan, lima tahun mendatang," sebutnya. (hty/asp)


Berita Terkait