Lajang, Kesepian, Sakit-sakitan

Hari Perempuan Internasional

Lajang, Kesepian, Sakit-sakitan

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2005 09:52 WIB
Jakarta - Apa potret perempuan modern sekarang? Lajang, kesepian, dan sakit-sakitan. Itulah hasil penelitian di Australia. Era emansipasi rupayanya sudah berakhir. Apakah perempuan Indonesia juga begitu?Hari ini merupakan hari spesial bagi kaum Hawa, yakni Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2005.Kementerian Federal Asisten Perdana Menteri Urusan Perempuan Kay Patterson mengeluarkan penelitian terhadap 19 ribu pria dan perempuan Australia yang membandingkan kehidupan perempuan 10 tahun yang lalu. Demikian dilaporkan ABC News, Selasa (8/3/2005).Hasilnya berdasarkan laporan sejumlah universitas dan pelayanan kesehatan Australia, menggambarkan kondisi perempuan yang semakin kesepian dan tidak sehat, serta kebanyakan sudah berusia tua. Bahkan perempuan tidak lagi tertarik dengan hubungan seksual.Sepuluh tahun yang lalu, kebanyakan perempuan berusia awal 30-an tahun, menikah, dan punya anak. Tapi sekarang kebanyakan sudah berusia akhir 30-an tahun, lajang tapi dengan satu atau dua anak. Mereka juga mengaku kurang bahagia seperti sebelumnya, dan tidak punya waktu untuk berhubungan seksual.Helen Kelleher dari Jaringan Kesehatan Perempuan Australia menilai fakta penemuan itu mengejutkan dan menyedihkan. Namun dia tidak terkejut dengan merosotnya hasrat berhubungan seksual pada perempuan karena kebanyakan harus menjalani peran sebagai single parent."Mereka lebih fokus membesarkan anak, memberikan edukasi pada anak, sehingga bekerja keras mencari uang. Perempuan memang terbiasa mengurusi banyak hal dalam hidupnya. Sedangkan kepentingan pribadinya diabaikan," kata Kelleher.Sedangkan kesehatan yang merosot pada perempuan, menurut Kelleher dikarenakan kurang berolahraga sehingga banyak perempuan Australia yang kian gemuk. Lagi-lagi penyebabnya karena waktunya tersita untuk mengurus anak-anak, bahkan orang tua mereka.Lalu bagaimana dengan kehidupan perempuan di Indonesia? Apalagi jika teringat pada nasib para TKI perempuan yang mengadu nasib di negeri orang. Setidaknya, semoga hari ini semua perempuan di seluruh dunia bisa berbahagia. (sss/)



Berita Terkait