Embrio Parpol Muhammadiyah Dideklarasikan 9 Maret

Embrio Parpol Muhammadiyah Dideklarasikan 9 Maret

- detikNews
Selasa, 08 Mar 2005 09:49 WIB
Jakarta - Setelah tertunda, Perhimpunan Amanat Muhammadiyah (PAM) akan dideklarasikan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) pada Rabu (9/3/2005). PAM diharapkan menjadi embrio partai politik bagi warga Muhammadiyah. Rencananya, deklarasi PAM akan digelar di kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat. AMM dari semua provinsi di Indonesia akan menghadirinya. Deklarasi akan dihadiri dari PP Muhammadiyah yang diwakili Wakil Sekretaris PP Hajriyanto Thohari. Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Rofiq yang menjadi salah seorang anggota Tim 12 yang merumuskan pendirian PAM menyatakan, deklarasi akan digelar pukul 14.00 WIB. "Insya Allah, semua perwakilan AMM di seluruh provinsi akan mengadiri deklarasi ini," kata dia kepada detikcom. Terkait dengan deklarasi, tim perumus sudah menyiapkan berbagai persiapannya, termasuk perangkat-perangkat keras dan lunak yang terkait hal teknis sampai penyusunan platform. Deklarasi sempat ditunda karena adanya musibah tsunami yang melanda Aceh. "Saat ini, diperkirakan deklarasi sudah tidak akan mengganggu concern kita kepada Aceh. Dan memang dulu kita agendakan bulan Maret setelah ditunda. Dan setelah rapat, kita putuskan deklarasi akan digelar 9 Maret. Ini memang agak dipercepat, karena semakin cepat, semakin baik," jelasnya. Selain itu, saat ini, sedang banyak moment-moment penting yang perlu segera disikapi, antara lain kasus kenaikan harga BBM dan masalah nasional lainnya, seperti memanasnya Indonesia-Malaysia terkait perairan Ambalat. PAM dididirikan, kata Rofiq, untuk melaksanakan amanat tanwir Muhammadiyah yang meminta agar angkatan muda merintis pembentukan partai politik. Selain itu, PAM juga diharapkan menjadi mediasi kepentingan politik Muhammadiyah ke depan dan kaderisasi politik. "Memang kita harapkan PAM akan menjadi embrio partai politik untuk menyalurkan aspirasi warga Muhammadiyah. Tapi, nanti tetap akan diputuskan bersama, apakah nanti akan menjadi partai politik atau tidak," ujarnya. Atas pendeklarasian PAM, menurut dia, PP Muhammadiyah mempersilakannya, tidak ada larangan. Sebagai ketua PAM nantinya akan ditunjuk Abduk Mu'ti yang kini menjadi ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah. Saat ditanya apakah pendeklarasian PAM ini terkait tidak adanya tokoh teras Muhammadiyah yang menjadi calon ketua umum PAN (Partai Amanat Nasional) dalam kongresnya di Semarang April nanti, Rofiq menyatakan, PAM akan menjaga jarak yang sama dengan partai politik. "Jadi, tidak ada hubungannya. Kita menjaga jarak yang sama dengan parpol. Tapi, kalau memang parpol yang selama ini menjadi tumpuan warga Muhammadiyah tidak aspiratif, maka kita akan membuat perhitungan," ujarnya. Rofiq juga membantah bahwa PAM nantinya akan dijadikan kendaraan bagi Sutrisno Bachir, salah seorang anggota PP Muhammadiyah yang menjadi calon ketua umum PAN. "Pengelola PAM adalah pribadi-pribadi yang tidak berkutat di partai politik selama ini," kata dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads