Saat operasi gabungan memasuki pukul 11.25 WIB, polisi menemukan senjata tajam di balik pohon yang berada di pekarangan rumah salah satu warga. Polisi penasaran akan siapa pemilik parang tersebut. Alhasil, polisi bertanya ke pemilik rumah tersebut.
"Ini milik siapa?" tanya petugas ke seorang pria di rumah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk keperluan penyelidikan, pria yang ada di rumah itu dibawa ke mobil polisi untuk dilanjutkan ke proses pemeriksaan. Setelah itu anggota terus melakukan penyisiran dan kembali menemukan parang di rumah yang berbeda.
Pemilik rumah yang di lokasi kedua itu juga diangkut ke mobil polisi. Parang yang ditemukan di lokasi kedua itu berlumuran darah. Selang berapa menit kemudian, polisi mengangkut 2 orang wanita.
Kapolres Jakarta Timur Muhammad Agung Budijono, yang ada di lokasi mengatakan, dalam operasi ini ada beberapa orang yang diangkut untuk diperiksa terkait kasus pengeroyokan dan kasus narkoba.
"Hasil sementara kita lakukan penyisiran semua tempat yang diduga tempat singgah pelaku pengeroyokan dan tempat yang terindikasi narkoba," ujar, Muhammad Agung Budijono, di lokasi, Kamis (21/1/2016).
"Memang ada yang diamankan tapi belum ada indikasi. Kita masih lakukan pemeriksaan dan akan test urine, ini semua masih dalam proses," imbuh Agung.
Untuk senjata tajam yang ditemukan masih ada bercak berdarah, Agung mengatakan pihaknya akan melakukan uji lab terhadap senjata tajam tersebut.
Untuk diketahui, pada hari Senin kemarin anggota Polsek Senen Bripka Taufik Hidayat tewas ketika menggrebek bandar narkoba di kawasan ini. Dia mendapatkan luka bacok di bagian punggung kemudian melompat ke Kali Ciliwung untuk menyelamatkan diri. Nahas, dia akhirnya tewas.
"Kami akan cek, kita cocokkan dulu darahnya dengan milik korban. Apakah memang ditaruh di tempatnya atau sengaja ditaruh ini semua masih dalam proses penyelidikan," ucapnya.
Operasi gabungan ini dilakukan pasca penggerebakan di rumah bandar Narkkoba di Jl Slamet Riyadi 4, Kelurahan Kebon Manggis, Jaktim pada Senin (18/1) lalu. Dalam penggerebekan itu 1 anggota polisi dan 1 orang informan polisi tewas.
(rvk/fjp)










































