KPK Sebut Ada Tersangka Baru Kasus DWP, ini Kata Pimpinan Komisi V DPR

KPK Sebut Ada Tersangka Baru Kasus DWP, ini Kata Pimpinan Komisi V DPR

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 21 Jan 2016 09:38 WIB
KPK Sebut Ada Tersangka Baru Kasus DWP, ini Kata Pimpinan Komisi V DPR
Ruang Sekretariat Komisi V saat digeledah KPK (Foto: Mercy Raya)
Jakarta - Ruangan sejumlah anggota Komisi V DPR ikut digeledah KPK usai penangkapan Damayanti Wisnu Putranti (DWP). Tetapi, pimpinan komisi yang membidangi perhubungan dan infrastruktur ini membantah ada kaitan dengan proyek yang 'dimainkan' Damayanti.

"Kita tidak tahu soal itu. Kita hanya dengar beritanya," kata Wakil Ketua Komisi V Muhidin Mohamad Said saat dihubungi detikcom, Kamis (21/1/2016).

KPK telah menggeledah 4 ruangan terkait Komisi V DPR. Empat ruangan yang digeledah itu yaitu ruang kerja Damayanti, ruang kerja Budi Supriyanto yang juga anggota komisi V dari Fraksi Golkar dan ruang kerja Yudi Widiana yang merupakan Wakil Ketua Komisi V dari fraksi PKS serta ruang sekretariat Komisi V.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal penggelahan itu, Muhidin enggan berkomentar banyak. Dia meyakini KPK sudah memiliki aturan dalam penanganan kasus dan hal itu dapat terus dijalankan.

"Kita biarkan KPK bekerja dengan baik. Itu (penggeledahan) pasti protap. Tidak ada masalah," ujar politikus Golkar ini.

"Biarkan bekerja secara profesional," lanjut Muhidin yang lebih tertarik bicara soal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan pintu masuk ke arah kasus yang lebih besar. Namun sayangnya, Syarif masih menutup rapat arah pengembangan kasus tersebut.

"KPK sedang melakukan pengembangan ke arah yang lebih besar dalam kasus ini. Pada waktunya akan kami sampaikan," ucap Syarif.

Damayanti yang sudah ditetapkan sebagai tersangka juga tidak membantah soal adanya aliran duit ke Komisi V DPR. Dia hanya tersenyum serta memberikan jawaban normatif bahwa hal itu akan terungkap dengan berjalannya waktu.

(imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads