"Kita tidak tahu soal itu. Kita hanya dengar beritanya," kata Wakil Ketua Komisi V Muhidin Mohamad Said saat dihubungi detikcom, Kamis (21/1/2016).
KPK telah menggeledah 4 ruangan terkait Komisi V DPR. Empat ruangan yang digeledah itu yaitu ruang kerja Damayanti, ruang kerja Budi Supriyanto yang juga anggota komisi V dari Fraksi Golkar dan ruang kerja Yudi Widiana yang merupakan Wakil Ketua Komisi V dari fraksi PKS serta ruang sekretariat Komisi V.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita biarkan KPK bekerja dengan baik. Itu (penggeledahan) pasti protap. Tidak ada masalah," ujar politikus Golkar ini.
"Biarkan bekerja secara profesional," lanjut Muhidin yang lebih tertarik bicara soal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan pintu masuk ke arah kasus yang lebih besar. Namun sayangnya, Syarif masih menutup rapat arah pengembangan kasus tersebut.
"KPK sedang melakukan pengembangan ke arah yang lebih besar dalam kasus ini. Pada waktunya akan kami sampaikan," ucap Syarif.
Damayanti yang sudah ditetapkan sebagai tersangka juga tidak membantah soal adanya aliran duit ke Komisi V DPR. Dia hanya tersenyum serta memberikan jawaban normatif bahwa hal itu akan terungkap dengan berjalannya waktu.
(imk/tor)











































