Afif dan Ali Bukan Tewas karena Bom Bunuh Diri Tapi Dilumpuhkan Polisi

Bom Thamrin

Afif dan Ali Bukan Tewas karena Bom Bunuh Diri Tapi Dilumpuhkan Polisi

Erwin Dariyanto - detikNews
Kamis, 21 Jan 2016 08:46 WIB
Afif dan Ali Bukan Tewas karena Bom Bunuh Diri Tapi Dilumpuhkan Polisi
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Serangan bom di Starbucks Coffe, Menara Cakrawala di Jalan Thamrin Jakarta Pusat pada Kamis pekan lalu dipastikan hanya satu yang dilakukan secara bunuh diri. Bom bunuh diri hanya terjadi di dalam Starbucks Coffe yang menewaskan Ahmad si pelaku.

Ledakan bom lainnya dipastikan bukan karena bunuh diri tapi terlanjur meledak sebelum di lemparkan ke arah polisi. Selain di dalam Starbucks ada tiga titik ledakan lagi, yakni di pos polisi, di trotoar dan di badan jalan Thamrin. Ledakan bom yang di trotoar itulah yang sering disebut sebagai bom bunuh diri karena meledak tak jauh dari pelaku yakni Afif dan Ali.

Namun seorang perwira polisi memastikan bahwa itu bukan bom bunuh diri melainkan terlanjur meledak sebelum dilemparkan ke arah polisi. Bom yang dipakai oleh pelaku teror Thamrin, kata perwira yang tak mau disebutkan namanya itu, menggunakan sumbu yang harus dinyalakan menggunakan api sebelum diledakkan.

Diduga sebelum pelaku melemparkan bom, polisi sudah berhasil menembak dia. Lagi pula tak ada tanda-tanda fisik di jenazah bahwa dia melakukan bom bunuh diri karena badannya utuh. "Kalau bom bunuh diri badanya akan hancur," kata perwira polisi tersebut saat berbincang dengan detikcom, Rabu malam (20/1/2016).

Perwira polisi yang telah beberapa kali terlibat dalam operasi Detasemen Khusus Anti Teror Mabes Polri itu menyebutkan ciri bom bunuh diri selain badan hancur adalah pelaku tak mau sendirian menjadi korban mati. "Mereka berkeyakinan bahwa bom bunuh diri akan berpahala syurga bila ada korban mati selain dia. Kalau dia mati sendirian mereka gagal mendapat syurga," kata dia.

Ajun Komisaris Besar Untung Sangaji yang ikut berjibaku melawan pelaku teror di Jalan MH Thamrin Kamis itu mengaku menembak Afif dan Ali. "Awalnya saya hantam (tembak) dia di kaki, ada bom yang jatuh dari badannya yang kemudian meledak," kata Untung saat dihubungi detikcom, Kamis (14/1/2016) malam.

Setelah itu, Untung menyebut masih terlibat kontak senjata dengan para pelaku. Ketika dia melihat ada bom lagi yang hendak diledakkan, Untung langsung menembak ke pelaku hingga tewas.

"Begitu ada gerakan tembak menembak, ada terlihat lagi bom di situ yang keluar dari badannya, saya tembak langsung," kata Untung.

(erd/imk)


Berita Terkait