4 Mitos Gerhana Matahari Total di Dunia, Tuhan Marah Hingga Penyebaran Racun

Gerhana Matahari Total di Indonesia

4 Mitos Gerhana Matahari Total di Dunia, Tuhan Marah Hingga Penyebaran Racun

Salmah Muslimah - detikNews
Rabu, 20 Jan 2016 11:41 WIB
4 Mitos Gerhana Matahari Total di Dunia, Tuhan Marah Hingga Penyebaran Racun
Ilustrasi mitos gerhana karena matahari dimakan raksasa (Ilustrator: Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta - 9 Maret 2016 akan terjadi gerhana matahari total di Indonesia. Sebagian daerah Indonesia yang dilewati totalitas gerhana akan mengalami kegelapan karena sinar matahari terhalang bumi.

Kegelapan ini menjadi kajian ilmiah bagi para peneliti, bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia. Di balik peristiwa ilmiah gerhana ternyata ada sejumlah mitos yang menyertainya. Berikut 4 mitos seputar gerhana yang dilansir oleh mirror.co.uk pada 10 Maret 2015.

1. Tuhan Marah

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerhana matahari istimewa(Getty Images/Detikcom)


Bangsa di masa Yunani Kuno percaya gerhana matahari merupakan tanda dari kemarahan Tuhan dan merupakan tanda akan terjadinya bencana dan keburukan di muka bumi.

Kata gerhana (eclipse) sebenarnya berasal dari bahasa Yunani Kuno 'ekleipsis'Β  yang artinya 'ditinggalkan'.

2. Orang Hamil Dilarang Keluar Rumah

ilustrasi ibu hamil (Foto:thinkstock)


Mitos popular dan masih dipercaya disejumlah kebudayaan adalah gerhana matahari bisa berbahaya bagi wanita hamil. Sehingga mereka diharuskan berada di dalam rumah selama gerhana berlangsung.

Jika wanita hamil keluar rumah saat gerhana maka saat lahir anaknya akan buta dan memiliki bibir sumbing.

3.Β  Makanan Terpapar Racun

Ilustrasi: Getty Images


Di beberapa daerah di India, beberapa orang menolak makan selama gerhana matahari. Mereka menjauhi makanan yang belum dimakan.

Hal ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa makanan yang dimasak saat gerhana matahari sudah terpapar racun dan kotor.

4. Matahari Dimakan

Ilustrator: Andhika Akbarayansyah/detikcom


Di banyak kebudayaan, ada cerita gerhana terjadi karena matahari dimakan atau dicuri. Misalnya saja pada mitologi kuno yang mengatakan matahari hilang karana dicuri atau dimakan oleh serigala.

Agar serigala ketakutan dan memuntahkan kembali matahari, orang-orang harus membuat suara berisik dengan memukul benda-benda yang ada di dalam rumah.

(Baca Juga: Antara Penjelasan Ilmiah dan Mitos Raksasa Makan Matahari)


Ilustrasi : Mindra Purnomo/detikcom
(slm/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads