Jessica dan Mirna janjian bertemu pada Rabu 6 Januari 2016 sekitar pukul 16.00 WIB. Jessica menyempatkan diri jalan-jalan di Grand Indonesia dan membeli hadiah untuk Mirna dan Hani.
Ia lalu tiba Kafe Olivier dua jam lebih awal sekitar pukul 14.00 WIB. Jessica memesan minuman es kopi Vietnam untuk Mirna dan temannya, Hani, kemudian membayarnya. Jessica ingin membalas traktiran Mirna pada bulan Desember lalu.
Ketiganya akhirnya bertemu. Tak disangka, minuman yang dipesan untuk Mirna ternyata mengandung sianida, dengan kandungan 15 gram per liter. Tepatnya ada 3,75 gram sianida di dalam kopi. Mirna pun kejang-kejang walau hanya menyeruput kopi sedikit saja. Jessica dan Hani membawa Mirna ke RS Abdi Waluyo. Namun nyawa Mirna tidak tertolong.
Berikut penjelasan Jessica:
1. Tiba Lebih Awal
|
Foto: Grandyos Zafna
|
"(Janjian) pukul 16.00 WIB, dia datang pukul 14.00 WIB dianter ayahnya," kata Pengacara Jessica, Yudi Wibowo Sukinto, saat mendampingi pemeriksaan kliennya di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jaksel, Selasa (19/1/2016).
Pertemuan itu berlangsung di Kafe Olivier pada 6 Januari.
2. Bayar Duluan
|
Foto: Grandyos Zafna
|
Yudi membantah inisiatif pertemuan berasal dari Jessica. Menurutnya, mereka janjian atas persetujuan bersama. Versi Yudi, kafe Olivier dipilih oleh Mirna. Jessica lalu yang memesan tempat dan minuman.
"Setelah WhatsApp-an terus ada dua tempat yang dililih terus Mirna mesan di Olivier itu karena Mirna biasa di situ hanya booking saja si Jessica," imbuhnya.
Tak disangka, minuman yang dipesan untuk Mirna ternyata mengandung sianida, dengan kandungan 15 gram per liter. Tepatnya ada 3,75 gram sianida di dalam kopi. Mirna pun kejang-kejang hingga akhirnya tewas, walau hanya menyeruput kopi sedikit saja.
3. Posisi Duduk
|
Foto: istimewa
|
Dari CCTV, memang terlihat saat Mirna, Jesica dan Hani duduk di sofa warna hijau di pojok kafe tersebut. Mirna duduk di tengah, Jessica paling kanan, dan Hani sebelah kiri.
Jessica bantah mengatur posisi duduk dan meja. Menurut pengacaranya, semua posisi duduk dan meja diatur sesuai arahan pihak kafe.
4. Kantong Besar di Meja
|
Foto: Pool
|
Menurut Yudi, Jessica kantong tersebut berisi sabun. Dia sengaja membeli tiga, karena seharusnya ada satu orang lagi yang ikut pertemuan bersama mereka. Namun dia tak datang. Hadiah yang hendak diberikan lebih satu kantong.
"Setelah jalan-jalan (di Grand Indonesia sebelum ke kafe Olivier), Jessica beli sabun itu. Buat kenang-kenangan. Temannya yang satu itu nggak dateng. Harusnya empat orang, yang satu enggak datang karena kerja. Ya tinggal 3 orang ini," jelas Yudi di Polda Metro Jaya, Jaksel, Selasa (19/1/2016).
Kantong besar ini sempat diperagakan ketika pra rekonstruksi kasus di kafe Olivier, awal pekan lalu. Kantong tersebut disimpan di meja, padahal masih ada ruang yang cukup luas di kursi kafe yang melingkar tersebut.
Spekulasi pun berhembus di media sosial. Kantong diduga untuk menutupi peristiwa dari rekaman CCTV. Namun ini belum terbukti dan belum dipastikan oleh kepolisian.
Dari gambar yang didapat saat pra rekonstruksi, memang ada dua kantong yang disimpan di tengah meja. Posisi minuman berada di antara kantong tersebut. Untuk posisi duduk, Jessica berada di paling kanan, Mirna di tengah dan Hani di paling kiri.
5. Tak Hadiri Pemakaman
|
Foto: Aditya Fajar/detikcom
|
"Kalau ke pemakaman, tidak (hadir). Trauma, takut ditanya-tanya sama wartawan," kata Yudi Wibowo Sukinto selaku kuasa hukum Jessica kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/1/2016).
Dari RS Abdi Waluyo, Jessica kemudian pulang dan beristirahat. Sehari berselang setelah itu, Jessica ke rumah duka RS Dharmais.
"Ke pemakaman enggak ikut karena takut ditanya-tanya wartawan, dikejar anu," imbuhnya.
6. Buang Celana Robek
|
Foto: Grandyos Zafna
|
"Itu (celana) dibuang. Sama pembantunya kan ditanya 'dibuang ya non ya? Ini kan sobek gak bisa dijahit', Jessica jawab ya terserah," kata Yudi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/1/2016).
Celana itu kemudian dicari-cari penyidik saat rumah Jessica di Sunter Icon, Sunter, Jakarta Utara digeledah pada Minggu (10/1) malam lalu. Selain celana, penyidik, kata Yudi, juga membawa sejumlah barang pribadi milik Jessica di situ. "Celana, baju yang terlihat di CCTV, beberapa obat sakit leher berupa kaplet, terus obat kalau dia enggak bisa tidur, laptop, kartu kredit, tabungan. Diperiksa mungkin ada gak beli sianida," terang Yudi.
"Dicari (celananya) tapi sudah diambil tukang sampah ya enggak ketemu. Kita-kita enggak keberatan apa-apa masalah itu," tambahnya.
Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyita sejumlah barang bukti. "Sudah diperiksa di rumah salah satu saksi, kami datangi, kami terbitkan penggeledahan untuk mencari bukti yang diperlukan," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (12/1/2016).
Halaman 2 dari 7











































