"Iya baru ada 6 yang melapor dan mereka teridentifikasi berdasarkan sidik jari. Jadi makanya saya bilang di media supaya ada keluarganya yang melapor," kata Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani saat dihubungi detikcom, Selasa (19/1/2016) malam.
Ia mengatakan keenam jasad korban dan terduga pelaku telah teridentifikasi semua berdasarkan dokumen yang dibawa keluarga. Dokumen yang dibawa keluarga biasanya membantu identifikasi jenazah.
"Dapat diidentifikasi bila keluarga yang mengakui membawa dokumen sidik jari, gigi, DNA, ciri-ciri fisik terdapat tanda lahir, sama properti apa yang biasa dibawa dan dipakai," kata Anton.
Dari enam jenazah, sudah ada tiga keluarga yang mengaku dari keluarga Sugito dan Rico Hermawan yang jenazahnya telah dimakamkan. Serta jasad korban WN Kanada Tahar Amer Quali yang masih menunggu Kedutaan Kanada.
Sementara dari terduga pelaku baru ada tiga keluarga yang datang mengakui, yaitu Muhammad Ali, Afif, dan Dian Juni Kurniadi. Ketiga jenazah itu menurut Anton telah teridentifikasi dari sidik jari.
"Kalau sudah tahu namanya, berarti sudah teridentifikasi, memang tinggal satu yang belum teridentifikasi," papar Anton.
Dari data yang dirilis Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak identitas 7 orang yang tewas adalah Rico Hermawan, Sugito, Dian Juni Kurniadi, Muhammad Ali, Afif alias Sunakim, WN Kanada Amer Quali Tahar, dan Ahmad Muhazan bin Saron. Dari ketujuh nama itu ada satu keluarga yang belum mengakuinya, Anton tidak mau menyebut jenazah terduga pelaku Ahmad Muhazan bin Saron lah yang belum didatangi keluarga.
"Kalau Polda itu ngomong berdasarkan dugaan penyidik, kalau kita berdasarkan apa yang kita temukan. Saya enggak menyebut nama karena belum ada keluarga yang datang, tapi jenazahnya laki-laki, kalau sudah ada nama kan sudah teridentifikasi, ini kan belum" imbuh Anton.
Dari ketiga jasad terduga pelaku, Anton mengatakan belum mendapat izin dari Densus 88 untuk menyerahkan ke keluarga. Hal itu karena masih ingin dilakukan pengembangan penyidikan dari Densus 88.
"Karena masih dalam proses penyidikan, ini kita masih menunggu izin dari Densus 88 karena kalau mereka butuh informasi dari jenazah ini gimana," papar Anton.
![]() |












































