"Untuk menyusun peraturan, kita akan undang Polri dan Paspampres bagaimana idealnya pengamanan lembaga negara. Tentunya di parlemen tidak seketat lembaga kepresidenan," ucap wakil ketua Baleg Firman Subagyo usai rapat di ruang Baleg gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/1/2016).
"Kita nggak paranoid, tapi harus ekstra hati-hati," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Pengamanan) di sini masih sangat lemah, bahkan, Komjen Putut Kabarhakam ketika ke sini menyampaikan harapannya 'saya dicek bawa senjata atau tidak, steril tidak, tapi nggak'," ujar Firman.
"Keamanan kita sudah jalan tapi menurut pandangan yang punya otoritas, yaitu polisi, di sini jauh di bawah standar, apalagi dibandingkan parlemen negara lain," imbuh politisi Golkar itu.
Firman mengatakan selain mengundang Polri dan Paspampres untuk memberikan masukan dalam menyusun peraturan, Baleg juga sudah melakukan kunjungan ke parlemen Jerman dan Vietnam untuk studi banding.
"Di dalam menyusun peraturan, kita harus menjiwai sistem keamanan yang ideal karena ini gedung rakyat. Kita juga tak bisa tutup akses publik ke sini, tapi perlu ada keterjaminan keamanan," terang politisi Golkar itu.
"Jangan sampai rakyat mau ketemu wakilnya terjadi sesuatu. Sekarang kita tidak bisa duga kapan peristiwa itu terjadi, siapa pelakunya. Kita harus antisipasi kemungkinan itu di kemudian hari," tegas Firman. (bal/tor)











































