Cegah Aksi Teror, Polisi Bandara Bentuk Tim Pengamanan Khusus

Cegah Aksi Teror, Polisi Bandara Bentuk Tim Pengamanan Khusus

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Selasa, 19 Jan 2016 12:27 WIB
Cegah Aksi Teror, Polisi Bandara Bentuk Tim Pengamanan Khusus
Bandara Soekarno-Hatta/Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Polres Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, meningkatkan pengamanan kawasan bandara pasca teror bom di Jl MH Thamrin, Jakpus. Polisi membentuk tim khusus mengantisipasi teror.

"Terkait pencegahan aksi teror, kita sudah melakukan kegiatan berupa penambahan pos dan situational. Kita melakukan penambahan tim untuk menghadapi teror. Kita siapkan mereka 1x24 jam. Kita juga sudah buat 2 tim, satu tim 10 orang, fokus untuk penindakan," ujar Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Roycke Harry Langie, Selasa (19/1/2016).

Bandara Soekarno-Hatta menurutnya, menjadi salah satu kawasan yang rentan terjadi aksi teror. Karenanya pengamanan di bandara tetap dioptimalkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian teror bom, kalau kita lihat wilayah Bandara Soetta. Ada yang khusus dan seksi, banyak orang yang ingin beraktivitas dan ada juga yang menjurus kepada gangguan keamanan. Sejak bulan September kejadian Paris , kita telah melakukan penanggulangan terorisme," tambah Roycke.

"Kalau dulu kita hanya menangani bom saja, ada spesifikasi yang berubah, mereka melakukan penyerangan seperti apa yang terjadi di Paris dan Thamrin. Bukan hanya penanganan bom tapi menangani attack dari serangan terorisme dn mereka tidak pandang bulu, kita harus ingat itu," tuturnya.

Tapi Roycke menyebut para calon penumpang tak perlu khawatir dengan keamanan di bandara. Sistem pengamanan dipastikan Roycke sudah diperketat.

"Kita tidak perlu takut, di jajaran Bandara Soekarno-Hatta sangat kuat karena ada rekan-rekan TNI, Polri dan AVSEC," tutup dia.

Pencegahan aksi teror di bandara memang ikut jadi perhatian TNI. Danramil Batuceper, Tangerang, Mayor Imam mengatakan pengamanan di bandara harus dikoordinasikan dalam satu komando.

"Adanya tindakan satu komando, ini Kami sarankan bagaimana penanganan apa yang akan ditangani dari berbagai hal yang dikhawatirkan. Kami meminta disediakan radio karena HP lambat, jadi kami bisa bergerak dengan cepat," ujar Imam. (fdn/fdn)


Berita Terkait