"Terkait pencegahan aksi teror, kita sudah melakukan kegiatan berupa penambahan pos dan situational. Kita melakukan penambahan tim untuk menghadapi teror. Kita siapkan mereka 1x24 jam. Kita juga sudah buat 2 tim, satu tim 10 orang, fokus untuk penindakan," ujar Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Roycke Harry Langie, Selasa (19/1/2016).
Bandara Soekarno-Hatta menurutnya, menjadi salah satu kawasan yang rentan terjadi aksi teror. Karenanya pengamanan di bandara tetap dioptimalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dulu kita hanya menangani bom saja, ada spesifikasi yang berubah, mereka melakukan penyerangan seperti apa yang terjadi di Paris dan Thamrin. Bukan hanya penanganan bom tapi menangani attack dari serangan terorisme dn mereka tidak pandang bulu, kita harus ingat itu," tuturnya.
Tapi Roycke menyebut para calon penumpang tak perlu khawatir dengan keamanan di bandara. Sistem pengamanan dipastikan Roycke sudah diperketat.
"Kita tidak perlu takut, di jajaran Bandara Soekarno-Hatta sangat kuat karena ada rekan-rekan TNI, Polri dan AVSEC," tutup dia.
Pencegahan aksi teror di bandara memang ikut jadi perhatian TNI. Danramil Batuceper, Tangerang, Mayor Imam mengatakan pengamanan di bandara harus dikoordinasikan dalam satu komando.
"Adanya tindakan satu komando, ini Kami sarankan bagaimana penanganan apa yang akan ditangani dari berbagai hal yang dikhawatirkan. Kami meminta disediakan radio karena HP lambat, jadi kami bisa bergerak dengan cepat," ujar Imam. (fdn/fdn)











































