"Kalau dulu kita tanpa koordinasi, sekarang koordinasi intens sekali dengan TNI, Polri. Kalau dulu kita cuma random koordinasinya sekarang setiap hari. Kalau dulu intensitas koordinasinya diibaratkan 1 banding 1.000 sekarang 50 banding 1.000," ujar Direktur Umum Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi di Auditorium Kantor Pusat Angkasa Pura II, Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (19/1/2016).
Budi menyampaikan hal tersebut usai acara coffee morning yang diselenggarakan Angkasa Pura II bertemakan "Sinergitas Dalam Menciptakan Keamanan dan Ketertiban Bandara Soekarno-Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi mengatakan, pengamanan ditingkatkan dengan cara menambah alat keamanan dan mengintensifkan pemeriksaan oleh petugas.
"Yang perlu diperhatikan adalah konsistensi dan kedalaman dalam bekerja lebih ditingkatkan. Alat-alat dikembangkan, khususnya petugas-petugas yang tadinya memeriksa cuma sekali sekarang mungkin periksanya bisa 5 kali bisa 6 kali dalam masa tugas," lanjut dia.
Pemeriksaan terhadap calon penumpang menurut Budi juga dioptimalkan. "Kalau dulu cuma orang masuk metal detectornya bunyi, dibiarkan, kalau sekarang metal detector bunyi harus kembali harus balik lagi. Jadi harus dilepaskan semua barang-barangnya itu," sambungnya. (fdn/fdn)











































