Zulkifli mengatakan, peristiwa teror yang terjadi kawasan MH Thamrin pada Kamis (14/1) lalu memang tidak terprediksi. Masalah seperti ini bisa terjadi di mana saja, bukan karena lemahnya UU.
"Menurut saya Polri kita cukup siap. Kalau terjadi di Thamrin itu bukan kecolongan, tapi memang sulit memprediksi kapan dan di mananya. Negara seperti Prancis saja bisa terjadi, negara Turki juga bisa terjadi. Tapi penanganannya dua jam selesai tuntas," ujar Zulkifli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (19/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tak setuju untuk revisi, Zulkifli mengatakan, masalah itu akan dibahas lebih lanjut, termasuk dengan Presiden Jokowi. Menurutnya perbedaan pandangan antar lembaga adalah hal yang biasa.
"Menurut saya (UU Nomor 15 Tahun 2003) sudah cukup. Terbukti kepolisian kita sangat baik menangani perkara yang ada. Saya baca tadi barusan cukup kok. Menurut saya apakah perlu revisi? Sekarang ini kan sudah cukup. Polri bertindak nanti kalau direvisi, apa yang dikhawatirkan publik nanti seperti dulu terjadi," katanya. (rjo/hri)











































