Deteksi Sarang Teroris, Ini Instruksi Ahok Bagi Ketua RT dan RW

Deteksi Sarang Teroris, Ini Instruksi Ahok Bagi Ketua RT dan RW

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 19 Jan 2016 10:31 WIB
Deteksi Sarang Teroris, Ini Instruksi Ahok Bagi Ketua RT dan RW
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Sarang teroris di masyarakat acap kali tidak tercium oleh Ketua RT maupun RW membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram. Ia lalu mengajari para perangkat itu agar lebih waspada.

Ahok mengimbau seluruh warga Jakarta mewaspadai aksi terorisme. Kewaspadaan ini perlu ditingkatkan mengingat banyak pelaku terorisme berbaur dengan masyarakat. Namun gerakan terselubung teroris justru tidak diketahui warga sekitar.

Peringatan ini disampaikan Ahok menyusul adanya pelaku teror Muhammad Ali dan Dian yang tinggal di Kampung Sanggrahan RT 02/03 Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Ali bahkan tinggal di sana sudah 12 tahun lamanya, sedangkan Dian sudah 2 pekan tinggal di indekos dekat rumahnya. Di dua lokasi inilah, Ali dan Dian diduga merakit bom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas Ali dan Dian ternyata tidak diketahui keluarga maupun tetangganya. Keluarga juga tidak melihat adanya gelagat mencurigakan dari Ali sebelum teror Thamrin terjadi.

Agar kasus ledakan bom tidak terulang, Ahok meminta agar Ketua RT dan ketua RW wajib mengenali setiap warganya. Perangkat pemerintah terkecil ini diminta melakukan pemeriksaan rutin para pendatang baru. Bila perlu, kata Ahok, gunakan cara-cara yang agak lebay alias berlebihan dengan menginterogasi warga baru seputar asal usul dan identitas mereka. "Jangan sungkan-sungkan," perintah Ahok.

Apabila cara-cara ini terus diabaikan maka Ahok tidak segan-segan memberhentikan ketua RT dan RW yang tidak peduli dan tidak kenal dengan warganya.


Berikut 3 cara Ahok itu:

1. Kalau Curiga, Langsung Periksa

Foto: Ayunda/detikcom
Apabila melihat ada orang yang mencurigakan maka jangan segan-segan memeriksanya. Itulah imbauan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat upacara di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2016).

"Saya juga harus memuji satpam seperti di Sarinah yang juga sigap sebetulnya. Ini kan SOP sudah ada, ngelihat orang mencurigakan, periksa. Setelah peristiwa ini satpam sekarang akan lebih pintar. Jangan santun-santunlah periksa bawa tas ke pos polisi. Kita terlalu santun, kalau curiga seperti itu langsung ambil barangnya. Enggak ada lagi baik-baik giring ke polisi," imbuhnya.

Ahok menyebut apabila kecurigaannya tidak terbukti maka aparat harus meminta maaf kepada mereka. "Kalau salah ya sudah minta maaf. Sama kayak di bandara, dulu waktu pemeriksaan warga sipil tersinggung digeledah tapi setelah peristiwa orang bawa bom di pesawat sekarang ada enggak yang tersinggung? Suruh buka ikat pinggang, buka sepatu enggak ada yang tersinggung," kata Ahok.

2. Interogasi

Foto: Ilustrasi: Basith Subastian
Ahok meminta agar ketua RT dan RW mengenali warganya. Dengan begitu, ia berharap peristiwa ledakan bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tidak terulang lagi.

"Yang paling penting bagaimana RT/RW kenalin, jangan sampai kejadian lagi. Masa ngerakit bomnya di wilayah DKI, kita nggak tahu? Saya kira seluruh Indonesia, RT/RW akan lebih ketat setelah peristiwa ini," kata Ahok saat memberi sambutan dalam Upacara Bendera di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2016). Apel digelar bersama anggota TNI dan Polri.

Ahok tak segan-segan mengganti RT dan RW apabila tidak mengenal satu sama lain. "Saya minta kepada seluruh jajaran Pemda, RT harus tahu persis siapa warganya. Kalau RT RW tidak peduli, tidak kenal warganya, lebih baik langsung diberhentikan ganti dengan yang punya hati," ujar Ahok.

Ahok memerintahkan setiap RT dan RW untuk menggelar pemeriksaan rutin di lingkungannya menyusul banyaknya pendatang baru ke Jakarta.
"Tahu enggak, kamu boleh sedikit lebay lah kalimatnya. Jadi kalau orang datang, kamu mesti tanya siapa kamu, dari mana gitu tanya dong," kata Ahok.

Ahok menegaskan hal ini berkali-kali menyusul adanya pelaku teror Muhammad Ali dan Dian yang tinggal di Kampung Sanggrahan RT 02/03 Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Ali bahkan tinggal di sana sudah 12 tahun lamanya, sedangkan Dian sudah 2 pekan tinggal di indekos dekat rumahnya.

"Dia pasti cari teman. Orang boleh enggak datang ke Jakarta? Boleh kalau kamu enggak ada duit kan numpang saudara kan. Kalau enggak ada kerjaan dipulangin saudara kamu. Pulang kasih ongkos," kata Ahok.

3. Tak Kenali Warganya, Pecat!

Foto: Ayunda/detikcom
Ahok optimis warga tidak mengalami ketakutan pasca kejadian teror di Jl MH Thamrin. Sebab pihak kepolisian kini tengah mengejar dalang aksi terorisme di kawasan MH Thamrin, Jakpus beberapa waktu lalu.

"Mereka sudah tahu siapanya, jaringannya. Jakarta jangan khawatir kita juga sudah minta deteksi," ujar Ahok di Rusun Marunda, Jl Marunda Raya, Jakarta Utara, Minggu (17/1/2016).

Ahok juga meminta kepada seluruh pengurus RT dan RW di Ibu Kota untuk lebih mengenali warganya. Dengan begitu mereka bisa mendeteksi setiap gerak-geriknya.

"RT dan RW awasi dengan baik. Masa sih mereka enggak ngenalin warga, mereka enggak tahu siapa. Kalau enggak ngenalin warganya, enggak usah jadi ketua RT deh," sambungnya.

Untuk di rumah susun (rusun), Ahok mengaku justru lebih mudah melakukan pengawasan. Sebab selain pengamanan yang sudah maksimal juga dipasangi CCTV di setiap sudut rusun.

Tak hanya itu, Ahok juga meminta kepada para wali kota untuk rutin melakukan razia. Dengan begitu bisa mendeteksi sedini mungkin hal-hak yang tidak diinginkan.

"Justru kalau di rusun lebih gampang ngenalinnya. Rusun kami ke depan pakai CCTV semuanya. Kita betulin supaya kita bisa kontrol yang datang siapa, kan jelas (punya) KTP enggak. Saya juga minta wali kota untuk rajin razia di rusun," terang Ahok.

Menyusul tragedi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (14/1) lalu, Ahok mengatakan dirinya tidak meminta ada pengamanan khusus baik di rumah pribadinya maupun di Balai Kota. Sambil bercanda, dia justru menyebut banyak membawa 'senjata' di tubuhnya.

"Biasa saja, aku kan bawa senjata banyak. Satu tubuh ini hehe," pungkasnya.


Halaman 2 dari 4
(aan/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads