Barak Pengungsi Aceh Dijanjikan Selesai Pertengahan Maret
Senin, 07 Mar 2005 23:51 WIB
Banda Aceh -
Pemerintah berjanji akan menyelesaikan pembangunan barak-barak pengungsi di Aceh pada pertengahan Maret 2005. Kalau tak kunjung selesai?"Jika belum selesai dari yang kita tergetkan, kita akan siapkan barak-barak yang menjadi prioritas," kata Direktur Perkotaan dan Perdesaan Wilayah Barat, Totok Pri di Media Center Kominfo dan LIN, Banda Aceh, Senin (7/3/2005)."Barak-barak itu tidak kita siapkan baraknya saja. Tapi kita akan sempurnakan. Seperti sanitasinya, MCK, dapur, dan air bersih. Karena banyak barak-barak yang sudah siap baraknya, tapi tidak didukung oleh sarana lainnya. Jadi paling tidak tangal 15 Maret ini, semuanya akan kita pantau. Kalau belum selesai, kita concern dengan barak-barak yang menjadi prioritas," urainya.Namun Totok tidak menjelaskan barak-barak mana saja yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan. Yang jelas sampai saat ini, dari kebutuhan 800 barak yang segera akan dibangun, membengkak menjadi 1.200 barak.Membengkaknya jumlah barak yang harus segera dibangun ini, disebut Totok, sebagai salah satu kendala pembangunan barak belum juga kelar, meski jadwal semula, pembangunan barak direncanakan sudah selesai pada awal Maret.Wagub NAD Azwar Abubakar mengimbuhkan, penambahan barak tersebut karena permintaan pengungsi yang jumlahnya terus bertambah. Sedangkan bagi para pengungsi yang memilih pulang kembali ke desanya, dia menyatakan, sampai saat ini pemerintah belum punya program untuk hal tersebut. "Karena itu kita jadi agak kesulitan," katanya.Anggaran BarakSejauh ini, menurut Totok, dana pembangunan barak belum dapat dipastikan. Pasalnya, pembangunan untuk tiap barak berbeda-beda. Selain ukurannya yang berbeda, sumber bahan material juga berbeda."Banyak material kita datangkan dari Medan, Pekanbaru dan Sumatera Selatan. Itu kan biaya transportasinya beda. Belum lagi luas barak. Untuk satu blok itu terdapat 5 barak, 1 bangunan serba guna, 20 MCK, dan 5 dapur," paparnya.Lebih lanjut dikatakan dia, satu barak terdiri dari 12 kamar. Satu kamar masing masing berukuran 4x5 meter persegi. Untuk pembangunan satu blok tersebut dibutuhkan dana sekitar Rp 1,2 miliar."Dana pembangunan untuk barak dengan ukuran 3x4 meter persegi, meski lebih kecil, memerlukan dana yang lebih besar. Hal itu disebabkan jumlah barak akan semakin banyak untuk tiap bloknya. Belum lagi tambah ongkos angkutan untuk beberapa daerah yang sulit dijangkau," jelas Totok.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































