Bentrok Aksi BBM di Palu, 3 Mahasiswa & 2 Polisi Terluka
Senin, 07 Mar 2005 23:23 WIB
Palu - Tiga mahasiswa dan dua polisi terluka akibat bentrokan dalam aksi penolakan kenaikan harga BBM di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (7/3/2005). Tiga mahasiswa lain sempat ditahan, namun kemudian dilepaskan.Tiga mahasiswa yang terluka mengalami luka pada bagian kepala karena pentungan dan tendangan polisi. Sedangkan dua anggota Intelkam Polda Sulteng juga mengalami luka pada bagian kepala akibat pukulan saat berada di dalam barisan mahasiswa.Dari data Lembaga Pengembangan dan Studi Hak Azasi Manusian (LPS-HAM), tiga mahasiswa yang terluka adalah Wahyu (26), mahasiswa Fakultas Tarbiyah, Universitas Palu. Pipi sebelah kanannya terluka terkena tendangan polisi.Kemudian Andri, mahasiswa Fakultas Tarbiyah STAIN Dato Karamah Palu. Luka pada kepalanya harus mendapat enam jahitan. Korban lainnya adalah Darius, mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Universitas Tadulako Palu. Luka pada kepalanya yang pecah terkena pentungan harus mendapat 12 jahitan.Sedangkan polisi yang luka adalah Bripda Karim. Anggota Intelkam Polda Sulteng ini luka pada kepalanya, karena itu ia mendapat 2 jahitan. Lalu Bripda Anugerah yang mengalami hal serupa.Tiga mahasiswa, yakni Mohamamd Rifai, Andi, dan Mohammad Farid sempat ditahan dan diperiksa polisi terkait aksi penolakan kenaikan harga BBM tersebut. Tapi mereka kemudian dilepaskan kembali.Usai bentrokan, sejumlah pentolan mahasiswa mengadakan pertemuan pada sore harinya. Mereka berencana menyelesaikan kasus aksi kekerasan yang dilakukan polisi itu melalui jalur hukum. Mereka juga mengecam aksi kekerasan yang dilakukan polisi.Pertemuan itu dihadiri oleh seluruh perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi besar di kota Palu. Antara lain Universitas Tadulako, Universitas Muhammadiyah, dan Universitas Alkhairaat.
(sss/)











































