Diakui Lukman, generasi muda menjadi sasaran masuknya paham ajaran radikal.
"Untuk bisa mencermati, seperti apa sih paham keagamaan. Apakah ada paham keagamaan ekstrim dalam keluarga karena itu menjadi tanggung jawab oleh masing-masing keluarga. Bagaimana mereka mendapatkan paham keagamaan seperti itu," ujar Lukman usai raker dengan Komisi VIII di Nusantara I, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Situs web ini luar biasa mempengaruhi cara pandang gerenasi muda kita. Jangan sampai paham keanekaragaman itu di dapatkan dari situs-situs yang tidak jelas. Dari blog, blog yang tak jelas. Bagaimana anak-anak, remaja tidak mudah mengamini isi blog itu, jadi ini tanggung jawab kita," tuturnya.
Kemudian, yang perlu ditonjolkan dalam kehidupan beragama adalah semangat kerukunan umat beragama. Menurutnya, pemahaman ini tak bisa dilakukan hanya dengan lembaga pendidikan, tapi juga keluarga khususnya orangtua.
"Semangat umat keagamaan ini harus dikedepankan. Tak hanya lewat lembaga pendidikan, tapi unit terkecil inti di masyarakat. Tentu orangtua mengetahui, memahami paham agama kepada anggota keluarganya," sebutnya.
(hat/Hbb)











































