"Pulo Gebang sudah penuh, Tanah Merdeka juga penuh. Satu-satunya (yang masih tersedia lahannya di) Rawa Buaya," ujar Kadishubtrans DKI Andri Yansyah di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2016).
Untuk menambah ketersediaan lahan, Andri pun telah mengirim surat untuk para wali kota, camat dan lurah di setiap kota administrasi untuk dapat menyediakan lokasi penitipan kendaraan hasil razia Dishub. Sebab di Rawa Buaya juga saat ini hampir penuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Camat Jatinegara ini mengatakan, setiap harinya mereka bisa menderek 14-15 kendaraan. Akan tetapi melihat kondisi seperti ini, Andri pun memerintahkan jajarannya untuk sejenak berhenti merazia.
"Satu wilayah kota itu kita wajibkan 14-15 kendaraan yang diderek dalam sehari. Terus terang saja, saya sudah ngerem nih. Kalau seumpamanya saya sudah dapat lahan lagi untuk penitipan, ya saya geber lagi," kata Andri.
Dia menegaskan kendaraan yang tidak memenuhi syarat dan kondisi tidak laik pasti bakal dirazia, tidak pandang bulu. Sebelumnya, Dishubtrans DKI diketahui telah mengkandangkan puluhan Metromini dan TransJ. (aws/rvk)










































