Sepenggal Curhat Menteri Susi yang Kehilangan Anak Sulung

Sepenggal Curhat Menteri Susi yang Kehilangan Anak Sulung

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 18 Jan 2016 12:18 WIB
Sepenggal Curhat Menteri Susi yang Kehilangan Anak Sulung
Foto: Istimewa (akun Facebook Panji)
Jakarta - Duka amat mendalam dirasakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti atas kehilangan putra pertamanya Panji Hilmansyah (31). Kepergian dapat dirasakan kolega maupun kerabat yang datang mengucapkan bela sungkawa di rumah duka.

Pantauan di lapangan, Senin (18/1/2016) beberapa menteri mulai dari Menteri LHK Siti Nurbaya, Menko PMK Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno telah datang melayat lebih dahulu. Selain kolega sesama menteri, rumah dinas Susi di Jalan Widya Chandra juga tampak disambangi duta besar dari beberapa negara.

Kondisi Menteri Susi sendiri sudah lebih tenang dan mulai dapat menerima kehilangan putra pertamanya. Hal itu diceritakan oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault usai melayat ke rumah duka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, Ibu Susi terpukul, tapi saya tadi bersama Dirut BRI dan Ibu Puan menghibur. Beliau bisa menerima walaupun beliau dalam keadaan terharu," ujar Adhyaksa.

Menteri Susi pun sempat mencurahkan isi hati kepada dirinya. Dia pun mempertanyakan kenapa putra sulungnya telah diambil lebih dahulu.

"Pak saya ini sudah berjuang untuk tanah air dan bangsa, anak saya diambil seperti ini gimana'. Saya hanya bilang ini takdir Allah," cerita Adhyaksa menirukan keluh kesah Susi.


Adhyaksa lalu memberikan sepenggal ayat agar Susi lebih kuat dan tegar menghadapi musibah ini. Tentu siapapun akan merasakan duka amat dalam saat ditinggal orang yang disayangi.

"Saya juga tadi berikan beberapa penggalan ayat dan berikan penjelasan agar beliau lebih kuat. Kita juga kalau dapat musibah seperti itu tentu lebih berat," paparnya.

Adhyaksa mengatakan selama di dalam, Susi tak putus meneteskan air mata. Pasalnya beberapa saat sebelum Hilman meninggal, Susi sekeluarga sempat berlibur bersama.

"Beliau terus menerus menangis, maklumlah karena dia anak laki-laki pertama jadi maklumlah. Tanggal 6 Januari beliau cerita masih libur bersama. Beliau bilang 'Tiba-tiba Allah ambil seperti ini', yang itulah takdir tidak mengenal umur. Mudah-mudahan beliau diberi kekuatan," pungkasnya.

(edo/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads