Pantauan di lapangan, Senin (18/1/2016) beberapa menteri mulai dari Menteri LHK Siti Nurbaya, Menko PMK Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno telah datang melayat lebih dahulu. Selain kolega sesama menteri, rumah dinas Susi di Jalan Widya Chandra juga tampak disambangi duta besar dari beberapa negara.
Kondisi Menteri Susi sendiri sudah lebih tenang dan mulai dapat menerima kehilangan putra pertamanya. Hal itu diceritakan oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault usai melayat ke rumah duka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Susi pun sempat mencurahkan isi hati kepada dirinya. Dia pun mempertanyakan kenapa putra sulungnya telah diambil lebih dahulu.
"Pak saya ini sudah berjuang untuk tanah air dan bangsa, anak saya diambil seperti ini gimana'. Saya hanya bilang ini takdir Allah," cerita Adhyaksa menirukan keluh kesah Susi.
Adhyaksa lalu memberikan sepenggal ayat agar Susi lebih kuat dan tegar menghadapi musibah ini. Tentu siapapun akan merasakan duka amat dalam saat ditinggal orang yang disayangi.
"Saya juga tadi berikan beberapa penggalan ayat dan berikan penjelasan agar beliau lebih kuat. Kita juga kalau dapat musibah seperti itu tentu lebih berat," paparnya.
Adhyaksa mengatakan selama di dalam, Susi tak putus meneteskan air mata. Pasalnya beberapa saat sebelum Hilman meninggal, Susi sekeluarga sempat berlibur bersama.
"Beliau terus menerus menangis, maklumlah karena dia anak laki-laki pertama jadi maklumlah. Tanggal 6 Januari beliau cerita masih libur bersama. Beliau bilang 'Tiba-tiba Allah ambil seperti ini', yang itulah takdir tidak mengenal umur. Mudah-mudahan beliau diberi kekuatan," pungkasnya.
(edo/Hbb)











































