Teror Bom di Thamrin

Aksi AKBP Herry Mengevakuasi Rais yang Terkapar di Tengah Teror ISIS

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 17 Jan 2016 15:47 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Rais Karna (37) menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (16/1) malam tadi di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat. Rais merupakan office boy Bangkok Bank yang menjadi salah satu korban aksi teror di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Rais menghembuskan nafasnya pada pukul 21.21 WIB malam tadi di RS Abdi Waluyo. Rais mengalami luka di kepalanya setelah ditembak oleh teroris Afif yang juga tewas setelah bom yang dibawanya meledak tanpa disengaja.

Rais saat itu tengah melintas di perempatan Jl MH Thamrin ketika teroris menyerang Pos Lalu Lintas. Ia berada di tengah kerumunan masyarakat yang sedang melihat korban ledakan di Pos Lalu Lintas.
CCTV

Sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan ambulans, Rais sempat terkapar selama 15 menit lebih di tengah jalan. Karena pada saat itu, petugas mengevakuasi anggota lalu lintas yang terluka parah akibat ledakan di pos lalu lintas lebih dahulu.

Pertimbangannya saat itu, anggota polisi tersebut masih terlihat hidup dan meminta tolong. Sedangkan Rais pada saat itu sudah terlihat tidak bergerak.
CCTV

Sampai jalanan menjadi lengang ketika terjadi baku tembak, Rais belum juga dievakuasi. Beruntung saat itu Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro AKBP Herry Heryawan mengecek kondisi Rais yang tergeletak di temgah jalan.

"Pak Herry sempat bolak-balik ke tengah jalan untuk mengecek kondisi Rais. Ternyata masih hidup, Pak Herry minta ambulans jemput tapi sopir ambulans tidak ada yang berani mendekat karena masih tegang situasinya," ujar Bripka Kardiyanto yang saat itu ikut dalam penyergapan teroris di Thamrin, kepada detikcom, Minggu (17/1/2016).

CCTV


detikcom mendapatkan sebuah rekaman CCTV yang ada di salah satu gedung yang menangkap aksi Herry saat berlari-lari di tengah jalan. Herry mengenakan body vest lengkap dengan helm saat itu.

Sebelumnya, Herry sempat mengontak melalui HT agar ambulans datang, tetapi tidak ada yang datang. Hingga akhirnya, Herry berlari menyeberang ke gedung sisi utara (seberang gedung Menara Cakrawala) lalu menyuruh ambulans ke tengah jalan. Barulah ambulans tersebut datang.
CCTV

Di saat bersamaan, mobil polisi ke tengah jalan menjadi 'tameng' ambulans yang akan mengevakuasi Rais agar tidak diserang oleh teroris yang berada di halaman Starbucks Coffee. Rais pun baru bisa dievakuasi ke dalam ambulans dan dibawa ke rumah sakit.

CCTV


Rais kemudian mengalami koma karena tembakannya mengenai kepala sehingga mengakibatkan mati batang otak (MBO). Rais kemudian dinyatakan meninggal pada pukul 21.21 WIB di RS Abdi Waluyo setelah 2 hari dirawat. 

Berikut CCTV adegan tersebut:


(mad/mad)