"Saya sudah bertemu dengan beliau (Jokowi), pertemuan terakhir dengan beliau, reshuflle tidak dalam waktu dekat," ujar Muhaimin usai menghadiri Silahturahmi Nasional Partai NasDem di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Sabtu (16/1/2016) malam.
Meski nantinya akan ada reshuffle, pria yang akrab disapa Cak Imin yakin menteri-menteri di Kabinet Kerja yang berasal dari PKB tidak diganti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah menteri termasuk dari PKB disebut-sebut akan dilengserkan menyusul bergabungnya PAN ke dalam koalisi partai-partai pendukung pemerintah. Prediksi ini makin menguat setelah Kementerian PAN dan RB merilis rapor kementerian yang juga mencatatkan rapor jelek kementerian pimpinan menteri asal PKB.
"Biarkan saja, biarkan itu. Sudah biasa diserang. Masih banyak tempat yang nggak ditempati PKB," kata Cak Imin.
"Kan ada partai baru yang belum pernah berkeringat. Biarkan," lanjutnya santai.
Soal reshuffle, Presiden Jokowi pernah menyebut, pergantian menteri bisa kapan saja terjadi.
"Bisa bulan 1, bulan 2, bulan 3, bulan 4, terus," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/1).
Jokowi juga menegaskan soal perombakan kabinet itu adalah hak prerogatifnya sebagai Presiden. Dirinya tak bisa didesak ataupun didikte untuk melakukan reshuffle.
"Saya ulangi lagi, reshuffle itu adalah hak prerogatif Presiden. Kamu juga jangan ikut-ikut dorong-dorong, dikte-dikte, desak-desak. Hak prerogatif Presiden," kata Jokowi usai acara di Kantor Kementerian PUPR, Jl Pattimura, Jakarta Selatan, Rabu (6/1).
(elz/fdn)











































