"Alhamdulillah sudah mulai membaik pasca insiden bom. Dua-duanya dalam keadaan sehat. Lukanya sudah mengering," kata Aiptu Asep Yanto kepada wartawan di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (16/1/2016).
Asep yang bertugas di Polsek Pulogadung, Jakarta Timur, ini tahu kabar soal kedua putranya dari istrinya yang mengabari lewat telepon sambil menangis. Asep pun mengecek kabar dari istrinya, dan ternyata kabar itu benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal alasan kenapa dua putranya bisa di lokasi kejadian, Asep menuturkan Agus dan Norman awalnya hendak pergi ke salah satu gerai operator seluler untuk memperbaiki kartu sim card. Saat di Jl MH Thamrin dekat Gedung Sarinah, keduanya mendengar bunyi letusan. Mereka sempat berhenti untuk melihat-lihat keadaan.
"Pas lewat depan pos polisi ada ledakan lagi. Yang Norman Permana terkena serpihan di lengan kirinya. Penanganan pertama dari puskemas Kebon Kacang, kemudian dikirim ke sini (RSPAD -red) karena perintah pimpinan," tutur Asep.
Untungnya luka kedua putranya tidak parah. Hari Senin (18/1) Agus dan Norman diharapkan sudah bisa pulang.
"Semoga hari Senin sudah bisa pulang. Sudah dioperasi. Sudah diangkat paku-pakunya. Sudah dibersihkan. Bagus penanganannya dari rumah sakit sini," ujarnya.
Agus diketahui menderita gangguan di telinganya. Agus tidak dioperasi. Minggu (17/1) besok Agus akan menjalani perawatan audiometri untuk memulihkan gendang telinganya.
Sementara Norman menderita luka di lengan kiri dan di dada. Ada mur masuk ke dadanya. Permana dioperasi untuk mengangkat mur di dadanya hari ini. (tor/tor)











































