Jakarta - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI Buyung Lalana mengunjungi bocah T (12) siswa SD di Ciganjur yang babak belur dipukuli oknum prajurit Marinir. Sebagai pemimpin, dia berbesar hati meminta maaf.
Mayjen Buyung mengunjungi T di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Gedung Perintis Kemerdekaan (Gedung Pola), Jl. Proklamasi No. 56 Jakarta Pusat, Jumat (15/01/2016).
Dalam kunjungan tersebut, Mayjen Buyung didampingi Wadan Pasmar-2, Dandenjaka, Kadiskum Kormar, Kadispen Kormar dan Koorsmin Dankormar. Mereka semua diterima oleh Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dan bertemu langsung dengan T dan juga orang tuanya.
 Suasana pertemuan (Dispen Marinir) |
"Dankormar menyampaikan permintaan maaf dan menyerahkan tali asih serta menjamin keamanan yang bersangkutan, bahkan mengajak untuk mendaftar menjadi seorang Marinir kelak setelah lulus SMA. Di samping itu, Dankormar juga menjamin kelanjutan pemeriksaan kesehatan bagi korban," kata Kadispenum Dispen TNI AL Kolonel Suhardi dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (16/1/2015) pagi.
 Suasana pertemuan (Dispen Marinir) |
Suasana pertemuan itu sendiri berlangsung penuh kekeluargaan dan keakraban. Dankormar berkomitmen untuk menindak anggotanya yang telah melakukan penganiayaan sesuai dengan hukum yang berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan lanjutan di POM Marinir, dan akan diberikan saksi sesuai dengan fakta yang ada," tegas Mayjen Buyung.
(hri/mpr)