Aparat Desa Harus Peka dan Aktif untuk Persempit Gerakan Radikalisasi

Aparat Desa Harus Peka dan Aktif untuk Persempit Gerakan Radikalisasi

Ray Jordan - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2016 00:00 WIB
Aparat Desa Harus Peka dan Aktif untuk Persempit Gerakan Radikalisasi
Marwan Jafar (Foto: Agung Pambudhy/detikFoto)
Jakarta - Aksi teror di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang menewaskan lima pelaku, dua warga dan puluhan lainnya luka-luka, terus menuai kecaman. Warga diharapkan bisa berperan aktif untuk menangkal adanya aksi serupa.

Menteri Desa Percepatan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengutuk keras aksi teror keji di Thamrin tersebut.

"Saya berbelasungkawa kepada korban ledakan bom bunuh diri dan penembakan di Sarinah, Thamrin. Saya juga mengutuk keras perilaku keji tersebut," kata Marwan kepada detikcom, Jumat (15/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marwan mengatakan, kelompok teroris hanya bisa dibasmi bila semua komponen bangsa bersatu. Untuk mempersempit pergerakan para teroris ini, perlu gerakan nyata dari struktur paling bawah, yakni desa.

"Melawan mereka tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat polisi dan BIN saja. Tapi semua pihak harus bahu-membahu melawan kelompok teroris. Ini akan efektif bila struktur paling bawah di Desa juga membuat gerakan melawan terorisme," kata Marwan.

Marwan mengimbau agar aparat desa hinga RT/RW melakukan gerakan konkret melawan terorisme.

"Aparat desa harus membuat gerakan nyata. Contohnya mensosialisasikan soal bahaya gerakan radikalisme yang berujung tindakan teror. Mengidentifikasi pendatang baru yang cenderung tertutup. Mengawasi kelompok yang mengajarkan radikalisme dan segera berkoordinasi dengan aparat berwajib bila melihat gerakan-gerakan yang mencurigakan," katanya.

"Kalau itu dilakukan, saya yakin kita bisa melawan terorisme," tambahnya. (jor/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads