Tersangka Penembak Presiden Taiwan Berhasil Diidentifikasi
Senin, 07 Mar 2005 17:01 WIB
Jakarta -
Para penyidik Taiwan menyatakan telah mengidentifikasi tersangka kuat pelaku penembakan terhadap Presiden Taiwan Chen Shui-bian, pada Maret 2004 lalu. Chen mengalami luka ringan dalam insiden yang terjadi sehari sebelum pemilu Taiwan digelar, yang kembali dimenangkan oleh Chen.Namun tersangka itu, Chen Yi-hsiung, tewas tenggelam setelah peristiwa penembakan 19 Maret tersebut. Kepolisian menduga bahwa ia tewas bunuh diri. Pasalnya, pria itu sempat meninggalkan pesan sebelum kematiannya.Demikian disampaikan Kepala Investigasi Kriminal Taiwan, Hou You-yi kepada wartawan di Taipei, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Senin (7/3/2005)."Kami menginvestigasi 119 tersangka... dan Chen Yi-hsiung merupakan tersangka paling mungkin," ujar Hou. Dikatakannya, tersangka tersebut merasa kecewa dengan perekonomian negara dan pemerintahan Presiden Chen. Ia meninggalkan beberapa catatan yang menggambarkan perasaannya itu."Kami mencari motifnya, dan kami menemukan bahwa dia tidak senang dengan realitas sosial," kata Hou."Saya merasa tertekan. Setelah Chen Shui-bian menjadi presiden, perekonomian berubah buruk dan kami tidak bisa menjual rumah kami," demikian bunyi catatan yang ditulis Chen Yi-hsiung. "Jika Chen terpilih lagi, saya sudah tua dan tidak bisa mengubah apapun," tulis tersangka dalam pesannya yang dibacakan oleh Hou.Dituturkan Hou, tersangka mengaku kepada istrinya bahwa ia telah menembak Presiden Chen. Menurut sang istri kepada penyidik, tersangka menjadi sangat pendiam selama beberapa hari setelah penembakan."Dia bilang, 'Saya melakukannya dan akan saya tangani sendiri," ujar Hou menirukan ucapan istri tersangka.Rumor tidak sedap beredar seputar penembakan Presiden Chen tersebut. Tokoh-tokoh oposisi menuding kubu pro-Chen telah melancarkan aksi penembakan itu secara disengaja. Tujuannya untuk meraih simpati para pemilih dalam pemilu 20 Maret 2004 lalu. Presiden Chen berulang kali membantah dirinya terlibat dalam penembakan itu. Benar tidaknya tuduhan itu belum bisa dan akan sulit dipastikan. Namun yang jelas, pasca penembakan itu Chen memang berhasil mengeruk suara mayoritas yang membawa dirinya kembali memenangkan pemilu.
(ita/)










































