Salah satu penebalan dilakukan di Istana Negara dan wilayah sekitarnya. Setidaknya ada sekitar 2 SSK (Satuan Setingkat Kompi) prajurit TNI yang terus berjaga kompleks pemerintahan itu.
"Semua sekarang penebalan. Pengamanan waskita istana oleh kita (jajaran Kodam Jaya). Ada 2 SSK stand by di Monas. Dari 202 dan 203," ujar Komandan Yonif 201/Jaya Yudha, Letkol Inf M.I Gogor. A.A saat dihubungi detikcom, Jumat (15/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kemarin kami datang dan sesuai SOP membantu melakukan evakuasi. Kami dari 201 turun dengan 5 Panser Anoa dan 2 Panser 2 komodo serta 15 motor trail. Kami mengamankan perimeter, 200 meter dari TKP," jelas Gogor.
Sementara itu Kapendam Jaya Kolonel Inf Heri Prakosa menyebut bahwa pasukan di bawah kepemimpinan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana tersebut sudah melakukan apel siaga sejak Kamis (14/1) sore. Kemudian prajurit Kodam Jaya pun melakukan patroli wilayah dipimpin oleh masing-masing Komandan Kodim.
"Sasarannya lokasi strategis, pusat keramaian, rumah pejabat dan sebagainya. Pengamanan ditingkatkan, patroli lebih rutin sampai diduduki pasukan pengamanan," ujar Heri saat dihubungi terpisah, Jumat (15/1).
Status siaga I pun disebut Heri diterapkan. Sementara untuk penebalan pengamanan tidak hanya dilakukan di Istana Negara ataupun kantor pemerintahan saja.
"Prioritas tempat-tempat penting, tidak cuma istana. Jajaran intel melaksanakan monitoring wilayah secara tertutup dibantu jaringan informan. Pelaksanaan tugas bersinergi dengan unsur lain, utamanya Polda Metro Jaya," tuturnya.
"Kekuatan siap gerak 1 SSK. Walau demikian, situasi siaga I jadi semua jajaran siap gerak di markas masing-masing. Jadi warga jangan resah, tapi tetap harus hati-hati," pungkas Heri.
(elz/rvk)











































